Boko Haram tewaskan lima tentara saat serang pangkalan militer Nigeria

Maiduguri (ANTARA News) - Lima tentara Nigeria dan lebih dari 15 petempur Boko Haram tewas akibat gerilyawan menyerang pangkalan militer di kawasan terpencil timur laut tempat kelompok itu berjuang untuk ISIS, kata sumber militer, Minggu.

Boko Haram menyerang brigade militer di Buni Yadi di negara bagian Yobe pada Sabtu malam, kata juru bicara militer melalui pesan tertulis, tanpa memberikan jumlah korban.

"Lima tentara kehilangan nyawa dalam serangan itu meskipun lebih dari 15 petempur Boko Haram tewas oleh pasukan," kata sumber militer tersebut.

Beberapa ledakan terdengar pada Minggu di Maiduguri, ibu kota negara Borno, tempat Boko Haram tujuh tahun lalu memulai pemberontakan, yang telah menewaskan sekitar 15.000 orang dan lebih dari dua juta orang mengungsi.

Pejabat atau petugas medis tidak segera ada untuk memberikan data jumlah korban.

Pada awal 2015, Boko Haram mengendalikan daerah hampir seukuran Belgia. Lebih dari setahun lalu mereka telah dipaksa keluar dari sebagian besar wilayahnya oleh tentara dari negara tetangga dan pasukan Nigeria. Kelompok itu kemudian berpindah ke sebuah pangkalan di hutan Sambisa.

Pada bulan lalu, militer mengatakan telah mengambil kamp kunci Boko Haram di hutan, meskipun kelompok itu kemudia melakukan bom bunuh diri sejak itu.

Pengulas keamanan mengatakan kemampuan kelompok itu melaksanakan serangan di negara tetangga Niger, Kamerun dan Chad, menunjukkan bahwa mereka memiliki beberapa markas.

Pada akhir 2016, Presiden Nigeria Muhammad Buhari mengatakan lasukan militer Nigeria berhasil merebut wilayah utama Boko Haram yang menjadi pangkalan terakhir kelompok militan ISIS itu di hutan luas Sambisa di wilayah timur laut yang selama ini menjadi markasnya.

Boko Haram telah menewaskan 15 ribu orang dan lebih dari setengah juta warga kehilangan tempat tinggal selama pemberontakan yang berlangsung tujuh tahun untuk mendirikan negara Islam berdasarkan hukum syariah yang ketat di negara berpenduduk terbanyak di timur laut Afrika itu.

Kelompok garis keras yang menguasai wilayah timur laut yang luasnya hampir sama dengan Belgia itu pada awal 2015, namun dalam satu tahun terakhir diusir oleh tentara Nigeria dan tentara dari negara-negara tetangga dari wilayah mayoritas yang pernah dikuasai.

Buhari mengatakan bahwa perebutan Camp Zero tersebut menandai kehancuran para teroris Boko Haram di pangkalan terakhirnya di hutan Sambisa yang berada di wilayah timur laut negara bagian Borno, Nigeria.

Hal itu terjadi setelah serangan besar-besaran di hutan oleh militer Nigeria dalam beberapa pekan belakangan.
(Uu.G003/B002)

Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Imigrasi Bandung amankan 8 TKA ilegal

Komentar