Roma (ANTARA News) - Pemerintah Italia pada Senin (23/1) memerintahkan pemusnahan sebanyak 20.000 kalkun, setelah wabah flu unggas H5N8, yang bisa menyebarkan penyakit, dikonfirmasi di satu peternakan di bagian timur-laut negeri tersebut.

Wabah itu ditemukan di peternakan di pinggiran Kota Kecil Mira di Provinsi Venisia pada Sabtu (21/1), kata Dinas Pengawasan Wabah Wilayah Veneto.

Langkah penyitaan pencegahan atas peternakan tersebut segera disahkan guna menghindari penyebaran penyakit itu, dan keberadaan virus yang sangat menular H5N8 dikonfirmasi oleh Dinas Kesehatan pada Senin (23/1).

Di antara 20.500 kalkun, yang secara keseluruhan terancam di peternakan komersial tersebut, sebanyak 6.000 kalkun terinfeksi, demikian laporan Xinhua, Selasa pagi. Tak kurang dari 600 kalkun mati akibat virus itu, kata Lembaga Kesehatan Italia Urusan Kesehatan Hewan dan Keselamatan Pangan (IZSV).

Akibatnya ialah dikeluarkan perintah "untuk segera memusnahkan semua kalkun yang dipelihara di lokasi tersebut", kata wali kota Mira di dalam satu pernyataan.

Pemerintah kota juga melakukan penyitaan atas tempat itu, dan memberlakukan zona pengawasan hewan secara ketat di sekitarnya.

Sehubungan dengan kasus itu, Pemerintah Italia telah melaporkan wabah tersebut ke Organisasi Dunia Urusan Kesehatan Hewan (OIE) di Paris.

Wabah itu pertama kali dideteksi di antara unggas, kata IZSV.

Masih pada Senin, virus H5N8 dikonfirmasi pada angsa liar, yang telah ditemukan mati di Provinsi Gorizia di perbatasan dengan Slovenia.

Italia sudah melaporkan tiga kasus flu unggas --dengan bermacam jenis virus--pada burung liar di bagian timur-laut negeri itu pada 28 Desember, 5 Januari dan 10 Januari.

(Uu.C003)

Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2017