Ganjar: sukarelawan perbaikan jalan kritik untuk pemerintah

Ganjar: sukarelawan perbaikan jalan kritik untuk pemerintah

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (ANTARA/R Rekotomo) ()

Grobogan (ANTARA News) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan adanya sukarelawan perbaikan jalan rusak di beberapa daerah merupakan bentuk kritik untuk pemerintah.

"Sebenarnya ini kritik untuk pemerintah agar bisa mengerjakan perbaikan jalan rusak dengan baik," katanya di Kabupaten Grobogan, Rabu.

Hal tersebut disampaikan Ganjar usai menemui Sudarto alias Totok (43), sukarelawan perbaikan jalan rusak yang bertempat tinggal di Dusun Lodran Desa Karangharjo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan.

Ganjar mengapresiasi perbaikan jalan rusak yang telah dilakukan Totok sejak 19 tahun lalu tanpa mengharapkan sumbangan dari pihak lain itu sebagai sebuah gerakan kesadaran.

"Sebenarnya ini tanggungan negara, tapi kalau negara tidak bisa cepat, keamanan harus dijamin, maka saya mengapresiasi orang seperti Pak Totok ini," ujarnya.

Totok mengaku mulai memperbaiki jalan rusak sejak 1999 dengan fokus jalan rusak mulai dari Selo, Tawangharjo, Gatak, Jambon, Pulokulon dengan panjangnya sekitar 10 kilometer.

Lelaki lulusan MTS Sunniyah Selo Tawangharjo itu menjelaskan awal mula aksi memperbaiki jalan rusak ketika dirinya setiap harinya dalam mencari nafkah mengayuh becak dan harus melewati jalan rusak.

Akibat kerusakan jalan, becaknya sering rusak, bannya bocor atau bahkan peleknya melengkung.

"Akhirnya hati saya tergerak untuk memperbaiki jalan rusak dengan alat yang saya beli sendiri. Yang ada di pikiran saya, yang penting jalan enak dilalui dan becak saya tidak cepat rusak, tanpa pernah pikir dapat bayaran," katanya.

Saat memperbaiki jalan rusak, Totok sering dicemooh oleh orang lain, termasuk dari oknum perangkat desa yang mengatakan jalan tersebut statusnya adalah jalan Pemerintah Kabupaten Grobogan serta tidak bisa diperbaiki sendiri.

"Saya ikhlas memperbaiki jalan rusak dan tidak mengharapkan bayaran, tapi ada pengguna jalan yang memberi uang antara Rp1.000 hingga Rp5.000," ujar ayah tiga anak itu.

Kendati demikian, kata dia, uang yang terkumpul juga tidak saya gunakan untuk kebutuhan sendiri semua, tapi digunakan untuk membeli pasir atau batu sebagai material perbaikan jalan.

Totok mengaku akan terus memperbaiki jalan secara swadaya di wilayahnya, selama dirinya masih sehat dan jalan masih ada yang rusak.

(KR-WSN/I007)

Pewarta: Wisnu Adhi N.
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Habiskan 4 Miliar, Perbaikan JLS ditarget selesai H-7 lebaran

Komentar