BlueBorne berpotensi pengaruhi miliaran perangkat

BlueBorne berpotensi pengaruhi miliaran perangkat

Ilustrasi serangan di dunia siber (cyber attack). (msn.com)

Jakarta (ANTARA News) - Solusi keamanan siber Fortinet memperingatkan agar berhati-hati mengenai eksploitasi Bluetooth atau dikenal sebagai BlueBorne yang belakangan terjadi.

"Mengatasi eksploitasi BlueBorne sangat menantang karena Bluetooth bukanlah protokol komunikasi yang terpantau dan terperiksa oleh sebagian besar perangkat keamanan jaringan. Oleh karena itu, perangkat keamanan tradisional seperti sistem deteksi intrusi kemungkinan besar tidak dapat mendeteksi serangan BlueBorne," kata David Maciejak, Director of Security Research Fortinet, dalam siaran pers di Jakarta, Rabu.

"Karena teknologi ini belum benar-benar menjadi fokus bagi para peneliti keamanan, sangat mungkin kita akan melihat para penyerang yang ingin memanfaatkan implementasi Bluetooth di masa depan," sambung dia.

BlueBorne adalah malware Trojan-Worm hibrida yang menyebar melalui Bluetooth. Karena termasuk sifat worm-like, Fortinet menjelaskan bahwa setiap sistem yang terinfeksi juga berpotensi sebagai carrier, dan secara aktif akan mencari host yang rentan.

Sayangnya, host yang rentan juga termasuk perangkat yang dilengkapi Bluetooth, termasuk Android, iOS, Mac OSX, dan Windows systems.

(Baca juga: Satu lagi serangan siber baru, BlueBorne)

Malware BlueBorne bekerja dengan memindai perangkat yang dilengkapi Bluetooh dan kemudian memeriksa apakah mereka memiliki kerentanan yang relevan.

"Setelah target teridentifikasi, hack hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 detik, dan tanpa perlu menerima koneksi masuk, perangkat yang ditargetkan akan dikompromikan," Maciejak memperingatkan.

"Begitu perangkat telah disusupi, penyerang dapat menjalankan perintah sekehendaknya pada perangkat dan bahkan mengakses dan berpotensi mencuri data. Serangan juga akan segera mulai mencari dan menyebar ke target rentan lainnya yang dilengkapi Bluetooth," lanjut dia.

Implikasi dari vektor ancaman ini sangat luas karena, menurut Fortinet, Bluetooth merupakan salah satu protokol konektivitas yang paling banyak diluncurkan dan digunakan di dunia.

Semua perangkat mulai dari peralatan elektronik sampai smartphone menggunakannya, seiring peningkatan jumlah perangkat IoT, termasuk smart TV, smart car gadget, dan bahkan sistem keamanan rumah.

Untuk melindungi diri dan perangkat Bluetooth Anda, Fortinet menyarankan untuk non-aktifkan Bluetooth pada perangkat kecuali jika benar-benar diperlukan. Jika Anda mengaktifkannya, segera matikan setelah Anda selesai menggunakannya.

Selanjutnya, identifikasi perangkat yang Anda miliki atau yang terpasang pada jaringan Anda. Pantau manufakturnya dengan seksama untuk pembaruan Bluetooth. Dan, tak lupa untuk segera memperbarui sistem patch setelah update tersedia.

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar