Tari Saman "hipnotis" pengunjung Europalia Indonesia di Brussel

Tari Saman "hipnotis" pengunjung Europalia Indonesia di Brussel

Brusel (ANTARA News) - Tari Saman, yang dikenal dengan sebutan "tarian seribu tangan" dan merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Gayo di Sumatera, telah "menghipnosis" sekitar 1000 penonton yang memenuhi gedung kesenian Bozar Kota Brusel, Selasa malam.

Pertunjukan yang sangat menarik dan bagus sekali sayangnya koq cuman sebentar," ujar Agnes Didi salah seorang penonton asal Belgia kepada Antara London usai pertunjukan pembukaan festival Indonesia Europalia yang dihadiri Raja dan Ratu Belgia serta Wapres Jusuf Kalla dan Ibu Hj Mufidah Jusuf.

Menurut Agnes yang mengaku selalu menyaksikan acara Europalia yang diadakan setiap dua tahun sekali, Festival Europalia Indonesia, adalah yang terbagus "most beautiful," hanya saja pertunjukan nya terlalu singkat dan saya akan datang lagi menyaksikan pertunjukkan lainnya.

Selain pertunjukan Tari Saman, pada acara pembukaan Festival Europalia Indonesia yang juga dihadiri Presiden Kelima RI Megawati Sukarnoputri dan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pemberdayaan, Puan Maharani serta Menlu Retno LP Marsudi dan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi serta Kartika Sukarno Putri juga ditampilkan tarian Voices of Papua.

"Kami merasa bersyukur bisa ikut memeriahkan acara pembukaan Festival Europalia Indonesia," ujar Septina Rosalina Layan, salah seorang dari lima seniman dari Papua.

Menurut Septina, keikutsertaan kelompok Voices of Papua yang menampilkan gabungan dari kesenian tiga dari tujuh wilayah di Papua dalam Festival Europalia Indonesia setelah mengikuti showcast di Yogjakarta dan akhirnya ada kurator yang datang ke Papua untuk mengajak mereka tampil pada acara pembukaan.

Senang dan bangga kesenian dari Papua bisa tampil di acara yang sangat besar ini, ujar Septina.

Musik tradisional Papua adalah salah satu tradisi musik paling kuno di dunia, berasal dari sebelum kedatangan orang Austronesia pada abad ke 5 SM. Terlepas dari berabad-abad pengaruh eksternal, seperti misionaris Katolik di abad ke-19, para penambang Australia selama demam emas dan yang terakhir, musik pop, musik Papua berhasil mempertahankan akarnya.

Datang dari berbagai daerah, kelima penyanyi Suara Papua ini menunjukkan keragaman dan keindahan berbagai tradisi musik mereka. Di antara mereka, Anda akan mendengar aimunabai (balada tentang nenek moyang) orang Yapen, dan kankarem, sebuah lagu seremonial Biaks.

Penampilan Voice of Papua mendapat sambutan yang meriah dari para penonton karena memang lain dari tarian dari daerah bahkan salah seorang penari mengenakan koteka.

Selain tari Saman dan penampilan Voices of Papua, pada acara pembukaan yang diawali dengan sambutan dari Ketua Europalia Jacobs de Hagen yang menyampaikan penyelenggaraan FEI akan dapat memberikan pengalaman dan pengertian yang jauh lebih jelas kepada masyarakat Belgia khususnya mengenai budaya Indonesia juga tampil Tari Topeng Losari Cirebon yang mengawali acara festival budaya Europalia.

Tradisi tari topeng berasal dari abad ke 15 dan berasal dari Cirebon, kota pesisir Jawa. Disertai dengan gamelan dan mengenakan masker mewah dan kostum warna-warni, para penari melakukan cerita kuno tentang raja, putri dan musuh legendaris.

Tarian topeng memiliki banyak variasi daerah - dalam materi pelajaran, gaya topeng dan jumlah penari. Gaya Losari adalah salah satu yang paling dikenal dan menuntut kelincahan dan stamina teknis yang hebat. Saat ini terancam, tradisi tarian ini beruntung memiliki juara - penari Nur Anani M Irman, yang lebih dikenal dengan nama Nani mengaku mendapat kehormatan bisa menampilkan tari Topeng Losari Cirebon di Brusel. Saya bangga bisa ikut memeriahkan pembukaan festival Europalia Indonesia.

Tampaknya bukan saja Nani yang bangga dengan kehadiran Indonesia dalam acara Europalia tetapi juga Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi Menlu RI Retno yang juga menyampaikan kebanggaannya atas pemilihan Indonesia menjadi negara tamu dalam Festival Europalia Indonesia tahun ini. Disampaikan saat ini Indonesia menjadi land of opportunity di Asia dan adanya Festival Europalia Indonesia dimanfaatkan sebagai kesempatan bagi warga Belgia mengetahui berbagai kebudayaan Indonesia, mulai yang tradisional hingga modern.

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar