Kapal pesiar Genting Cruise berlabuh di Surabaya

Kapal pesiar Genting Cruise berlabuh di Surabaya

Petugas menarik tali kapal pesiar Genting Dream yang akan sandar di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/12/2017). Kapal pesiar tersebut mengangkut sekitar 2.561 wisatawan asing yang berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Kota Surabaya. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Surabaya (ANTARA News) - Kapal pesiar Genting Dream Cruise asal Hong Kong yang mengangkut 2.500 wisatawan mancanegara berlabuh di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Kota Surabaya, Selasa.

"Kami bangga, kalian datang ke kota yang sarat akan sejarah (Surabaya)," kata Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, di sela-sela sambutannya di acara penyambutan kapak pesiar Genting Cruise.

Hadir di acara itu hadir juga, Penasehat Kehormatan Menteri Pariwisata RI dan Ketua Percepatan Wisata Bahari, Indroyono Soesilo, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Surabaya, Widodo Suryantoro, dan CEO PT Pelindo III, I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra.

Diketahui kapal yang memiliki panjang 300 meter itu mengangkut penumpang sebanyak 2.500 wisatawan mancanegara. Genting Dream Cruise menjadi kapal pesiar pertama yang sandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada 2017.

Rismaharini mengatakan, kehadiran kapal pesiar di Surabaya dari tahun ke tahun terus meningkat. Hal ini dikarenakan Pemkot Surabaya beserta pemangku kepentingan lain benar-benar serius membangun sektor wisata di Surabaya.

"Dibandingkan tahun sebelumnya, target jumlah pengunjung tahun ini sudah terlampaui. Dalam 1 tahun bisa 6 kali dan jumlah pengunjung mencapai 6.000," katanya.

Selain itu, lanjut dia, wujud keseriusan ini berupa penyediaan pemandu wisata di bandara dan mempercantik beberapa tempat yang dianggap mampu menarik perhatian wisatawan asing seperti taman, museum dan fasilitas lain yang bakal meningkatkan jumlah wisatawan asing di Kota Pahlawan.

"Utamanya kami ingin membuat wisatawan asing nyaman saat berada di Surabaya," ujarnya.

Tidak hanya serius menggarap sektor wisata, wali kota menambahkan bahwa pemkot juga memfokuskan diri di bidang jasa dan perdagangan dengan tujuan meningkatkan Pajak Anggaran Daerah (PAD) salah satunya hotel yang mana tahun ini melebihi kapasitas yang ditentukan DPR di atas 50 persen.

"Hingga September 2017, PAD mencapai prosentase 100 persen lebih," ujarnya.

Adapun paket wisata yang telah disiapkan pemkot bagi wisatawan asing yang datang ke Surabaya. "Ada paket kepahlawanan seperti museum, wisata ibadah, heritage, tradisional dan taman. Nanti kami tawarkan. Sebab 3-4 tahun lalu para turis asing hanya tinggal 3 jam, kini sudah sehari," ujarnya.

Sementara itu, Soesilo mengatakan, tujuan wisata harus dimaksimalkan masing-masing pemerintah daerah karena kerja sama sektor wisata antara Indonesia dan Genting Dream Cruise itu salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

"Dengan kehadiran wisatawan asing, produk-produk yang dijual masyarakat akan laku. Jadi bentuk kerja sama ini boleh dibilang solusi saling menguntungkan. Dari pihak Cruise nama mereka akan dikenal masyarakat lokal dan asing sedangkan bagi Indonesia meningkatkan pendapatan masyarakat dan devisa negara, tidak ada yang dirugikan," ujarnya.

Senada dengan Kementerian Pariwisata, Danadiputra menambahkan, kerja sama di sektor pariwisata yang dilakukan Indonesia dengan kapal pesiar asing merupakan amanah dari pemerintah pusat agar mampu meningkatkan devisa negara.

"Selain itu, bagi Pelindo kehadiran kapal pesiar meningkatkan pendapatan sebesar 5-7 persen," kata dia.

Sementara itu, presiden Genting Dream Cruises sangat senang dan bangga karena dapat melayani pasar premium terlebih lebih mendukung sektor wisata kapal pesiar di Indonesia utamanya Surabaya.

"Kami sangat antusias untuk mendukung serta mempromosikan industri pariwisata di surabaya karena kami ingin menjadikan kota Surabaya sebagai tujuan utama wisawatawan lokal dan asing," katanya. 

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar