Polisi selidiki kematian misterius pasangan pengusaha farmasi di Toronto

Polisi selidiki kematian misterius pasangan pengusaha farmasi di Toronto

Ilustasi (ANTARA News/Lukisatrio)

Toronto, Kanada (ANTARA News) - Polisi Kanada sedang menyelidiki kematian misterius pengusaha farmasi Barry Sherman, pendiri Apotex Inc dan istrinya Honey, yang ditemukan tewas di rumah mereka di Toronto, Jumat (Sabtu WIB).

Pihak berwenang melakukan pemeriksaan "post mortem" Sabtu (Minggu WIB) dan menyatakan curiga dengan kematian pasangan tersebut.

Dua surat kabar Kanada melaporkan bahwa menurut keterangan polisi yang tidak bersedia mengungkapkan jati dirinya, ada kemungkinan bahwa kematian tersebut akibat bunuh diri.

Menurut laporan The Globe and Mail, serta Toronto Sun, jasad mereka ditemukan tergantung di pinggir kolam renang yang berada di lantai dasar.

Berdasarkan teori pihak kepolisian yang sedang menyelidiki peristiwa tersebut, Barry Sherman (75), membunuh istrinya kemudian menggantungnya sebelum ia sendiri yang menggantung diri sendiri di pinggir kolam renang.

Pihak Apotex kemudian mengeluarkan pernyataan, Sabtu (Minggu WIB) yang menyatakan bahwa keluarga Sherman sangat terganggu dengan laporan media tersebut.

"Kami sangat terkejut dan yakin bahwa adalah hal yang tidak bertanggung jawab bila sumber polisi memberikan keterangan kepada media berdasarkan teori yang diyakini keluarga, kerabat adalah tidak benar," kata pernyataan tersebut.

"Kami mendesak Polisi Toronto melakukan penyelidikan secara intensif dan objektif dan juga mendesak media agar menahan diri dalam melaporkan penyebab kematian tragis ini sampai penyelidikan tuntas."

David Hopkinson, petuga Kepolisian Toronto menegaskan bahwa mereka sedang menunggu hasil pemeriksaan "post mortem" dan tidak mengeluarkan penyataan apa-apa mengenai penyebab kematian.

"Memang banyak cerita yang beredar. Kami tidak mengeluarkan pernyataan apa-apa," katanya.

Sekitar satu lusin petugas polisi dikerahkan untuk menanyai tetangga untuk mendapatkan informasi, sementara petugas forensik mengambil foto di sekitar tempat kejadian yang tertutup salju.

Kematian tragis tersebut mengguncang para politisi, pengusaha dan kaum dermawan papan atas, serta mengundang ucapan duka cita dari pemimpin bisnis dan politik, termasuk Perdana Menteri Justin Trudeau.

Barry Sherman adalah pendukung dana bagi Partai Liberal yang berkuasa di Kanada, dan menurut Forbes memiliki kekayaan sebesar 3,2 miliar dolar AS.

Sherman mendirikan produsen obat generik Apotex pada 1974, membuatnya menjadi salah satu produsen farmasi terbesar di dunia.

Penjualan perusahaan tersebut mencapai lebih dari dua miliar dolar Kanada setiap tahun di 45 lebih negara.

Ia mengundurkan diri sebagai CEO Apotex pada 2012, tapi tetap bertahan sebagai pemimpin.

Sherman pernah terlibat dalam sengketa hukum dengan para sepupunya yang menuntut kompensasi karena ia dituduh menyingkirkan mereka dari perusahaan agar bisa memperkaya diri.

Polisi mengetahui kematian Sherman dan istrinya sekitar Jumat tengah hari, setelah mendapatkan panggilan darurat.

Pihak berwenang tidak mengetahui siapa yang melakukan panggilan, namun media Kanada melaporkan bahwa jasad pasangan tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang agen perusahaan properti yang akan membantu menjual rumah mereka yang ditaksir bernilai 5,4 juta dolar AS.

Agen perusahaan properti tersebut tidak bisa dihubungi untuk diminta keterangan.

Sherman yang memiliki empat orang anak, adalah penyumbang utama rumah sakit, universitas dan organisasi Yahudi.

Istrinya Honey, duduk dalam jajaran pengurus rumah sakit, yayasan sosial dan organisasi Yahudi. Bulan lalu mendapat penghargaan Medali Senat karena layanan sosial yang dilakukannya.

Ia pindah ke Kanada saat masih anak-anak ketika Layanan Bantuan Imigran Yahudi memindahkan keluarganya tidak lama setelah peristiwa pembantaian terhadap kaum Yahudi. Demikian laporan Xinhua.

(Uu.A032)

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar