counter

PGE Kamojang komit kembangkan bisnis ramah lingkungan

PGE Kamojang komit kembangkan bisnis ramah lingkungan

Dirut Pertamina Geothermal Energy (PGE), Irfan Zainuddin (ANTARA FOTO/Ampelsa)

Jakarta (ANTARA News) - PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang berkomitmen untuk terus mengembangkan bisnis yang ramah lingkungan, kata Direktur Utama PT PGE Irfan Zainuddin di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, sebagai perusahaan yang memegang komitmen bisnis yang ramah lingkungan, PGE Area Kamojang memiliki berbagai program pengelolaan lingkungan hidup dan efisiensi sumber daya alam.

Salah satunya adalah Inovasi Pemanfaatan Waste Heat menggunakan Thermoelectric Element sebagai sumber tenaga ramah lingkungan untuk penerangan jalan.

"Inovasi tersebut mendapatkan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI dan memperoleh penghargaan dari International Convention on Quality Control Circle (ICQCC) di Seoul Korea Selatan," katanya.

Inovasi itu, lanjut Irfan, turut berkontribusi dalam penurunan emisi sebesar 17,4 ton CO2e dari tahun 2014 sampai dengan 2017.

PGE Area Kamojang, menurut dia, juga berupaya mewujudkan sinergi dengan alam sekitar dan masyarakat, hal itu antara lain diwujudkan, melalui Desa Wisata Geothermal Kamojang.

Melalui program tersebut, PGE mengembangkan aspek perlindungan lingkungan, edukasi, pelestarian budaya dan peningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Dalam program itu, PGE Area Kamojang bersinergi dengan Pemkab Bandung dan Kementerian Pariwisata RI.

Selain itu, PGE Area Kamojang juga bekerjasama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat untuk Pengembangan Taman Wisata Alam Kawah Kamojang serta Pengembangan Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK).

Saat ini, PKEK menjadi rujukan model pusat konservasi khusus burung pemangsa skala nasional berstandar International Union for Conservation of Nature (IUCN ).

PGE Area Kamojang, tambah Irfan, juga mengembangkan inovasi teknologi. Antara lain, melalui Program Budidaya Jamur Geothermal dan Pengeringan Kopi menggunakan uap geothermal.

"Selain memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat, inovasi itu juga mengurangi emisi dengan memanfaatkan energi panas bumi yang ramah lingkungan," katanya.

Irfan menyatakan, PGE Area Kamojang juga memberdayakan peternak domba melalui pembinaan kelompok dan penyelenggaraan kontes ternak domba Garut tahunan.

Pemberdayaan tersebut dilakukan melalui kerjasama dengan Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI). "Pemberdayaan ini merupakan wujud kepedulian perusahaan dalam menjaga tradisi lokal dan meningkatkan kondisi perekonomian peternak domba," ujar Irfan.

PGE Area Kamojang, juga mengembangkan Geothermal Information Center (GIC), sebagai media edukasi mengenai geothermal untuk masyarakat.

Selain sebagai tujuan wisata utama di Desa Wisata Geothermal Kamojang, GIC juga menjadi pusat edukasi bagi pelajar dan mahasiswa untuk melakukan penelitian panas bumi.

Terkait program-program yang telah dikembangkan tersebut, anak perusahaan PT Pertamina itu memperoleh penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) Emas.

Pemberian penghargaan tersebut dilakukan secara langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Dirut PT PGE, Irfan Zainuddin, Senin (18/12) di Istana Wapres.

"PROPER berdampak positif bagi lingkungan. Program ini bertujuan untuk mendorong perusahaan agar dapat memitigasi risiko dalam pengelolaan lingkungan, menjadi efektif dan efisien," ujar Wapres.

Selain PROPER Emas, pada kesempatan yang sama PGE juga meraih PROPER Hijau untuk Area Ulubelu (Lampung) dan PROPER Biru untuk Area Lahendong (Sulawesi Utara) dan Area Sibayak (Sumatera Utara).

Terkait PROPER Emas, Irfan Zainuddin menegaskan, penghargaan tersebut adalah yang ketujuh kali berturut-turut diterima PGE, melalui Area Kamojang (Jawa Barat).

"Penghargaan sejak 2011-2017 ini, membuktikan konsistensi PGE Area Kamojang dalam keunggulan lingkungan selaras dengan pengelolaan bisnis yang beretika dan bertanggung jawab kepada masyarakat," katanya.

Pewarta: Subagyo
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar