Merasa "dibohongi", Trump ancam Pakistan

Merasa "dibohongi", Trump ancam Pakistan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (REUTERS/Kevin Lamarque)

Washington (ANTARA News) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Senin (1/1), mengecam Pakistan dalam tweet pertamanya pada 2018, mengancam akan memangkas bantuan karena "kebohongan" dengan menawarkan "tempat yang aman bagi teroris."

AFP melaporkan, tweet tersebut dengan cepat mendapat balasan dari Pakistan, yang menyatakan pihaknya telah berbuat banyak untuk AS, membantunya "mengurangi" Al-Qaeda, tetapi sebaliknya hanya memperoleh "cercaan dan ketidakpercayaan" sebagai balasannya.

Hubungan antara AS dan Pakistan telah lama tertekan di bawah pemerintahan Trump, yang pada Agustus menyatakan bahwa "Pakistan sering memberikan tempat aman bagi agen kekacauan, kekerasan dan teror."

"AS dengan bodohnya memberi bantuan kepada Pakistan lebih dari 33 miliar dolar AS selama 15 tahun terakhir, dan mereka tidak memberikan apa-apa selain kebohongan, menganggap pemimpin kita sebagai orang bodoh," ujar Trump di tweet yang diunggahnya pagi hari.

"Mereka memberi tempat yang aman bagi teroris yang kita buru di Afghanistan, dengan sedikit bantuan. Tidak akan lagi!"

Pemerintahan Trump pada Agustus mengatakan kepada Kongres pihaknya sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk menahan bantuan senilai 255 juta dolar AS kepada Islamabad karena mereka gagal untuk menindak kelompok teror di Afghanistan. (kn)


Pewarta:
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar