Lebanon terendam banjir akibat hujan lebat

Lebanon terendam banjir akibat hujan lebat

Seorang tentara Israel melihat jalanan banjir di gurun Negev dekat Kibbutz Zeelim, Rabu (9/1). Setidaknya 17 orang tewas akibat badai musim dingin di Lebanon, Yordania, Turki, Israel dan Palestina. Badan Meteorologi Israel dan Lebanon menyebutnya badai terburuk dalam 20 tahun. (ANTARA/REUTERS/Amir Cohen)

Beirut (ANTARA News) - Hujan lebat yang mengguyur Lebanon selama akhir pekan membuat banyak jalan dan rumah terendam air dan menambah lebih banyak salju di puncak gunung, kata National News Agency (NNA) pada Ahad (18/2).

Beirut menyaksikan hujan lebat yang mengakibatkan genangan air besar di sebagian daerah, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi. Sebagian jalan ditutup akibat banji. Di pegunungan, kabut tebal menghalangi daya pandang pengemudi.

Menurut laporan NNA, staf Palang Merah pada Sabtu malam mengungsikan dan membantu beberapa keluarga pengungsi Suriah di Akkar, karena kamp mereka digenangi air.

Ditambahkannya, 43 keluarga dari satu kamp di As-Samounieh di Akkar diungsikan ke kamp lain.

Sebanyak 330 selimut, katanya, dibagikan ke tujuh kamp di Lembah Akkar. Sebanyak 160 keluarga memerlukan bantuan, tambah NNA.

Di Koura, Lebanon Utara, hujan lebat merusak lahan pertanian, lantai dasar dan gudang. Banjir juga berdampak pada warga dan pengungsi Suriah di Lembah Bekaa.

pada Ahad, Gubernur Bekaa Kamal Abou Jaoudeh memberi perintah buat 21 keluarga pengungsi Suriah untuk diungsikan akibat banjir di Taanayel.

Abou Jaoude juga mengikuti perkembangan peristiwa batu longsor di Jdita, Zahle.

Buletin prakiraan cuaca pagi yang disiarkan oleh Departemen Meteorologi di Bandar Udara Internasional Rafik Al-Hariri mengatakan prakiraan pada Ahad ialah salju tebal turun di daerah dengan ketinggian 1.300 meter sampai sore hari.


Baca juga: Pengungsi Suriah bakar diri di Kantor PBB Lebanon

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar