Pemberi rokok ke orangutan menyesal

Pemberi rokok ke orangutan menyesal

Ozon (22) orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus abelii) yang saat ini viral akibat pengunjung memberikan rokok, beraktivitas di Kebun Binatang, Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/3/2018). Selain menempuh jalur hukum, pengelola Kebun Binatang Bandung akan memberikan sanksi sosial kepada pelempar rokok dengan cara mempublikasikan foto pelempar rokok melalui media sosial dan selebaran. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Bandung (ANTARA News) - DJ (27), Pengunjung yang memberi rokok ke orangutan di Kebun Binatang Bandung menyesal dan meminta maaf atas perbuatan sangat tercela yang dia bikin itu.

"Saya menyesal dan minta maaf kepada manajemen dan warga seluruh Indonesia khususnya warga Kota Bandung dan pencinta hewan seluruh Indonesia. Saya minta maaf yang sebesar-besarnya," ujar DJ di Markas Polrestabes Bandung, Jumat.

DJ mengatakan, ia tidak menyangka terdapat video yang merekam jelas aktifitasnya saat memberikan rokok ke orang utan. Ia pun tidak menyangka, video tersebut akan ramai diperbincangkan di media sosial.

"Saya tahu dari tetangga kalau ada berita saya," kata dia.

DJ menceritakan, awalnya ia datang bersama anak dan istrinya untuk berlibur ke Kebun Binatang Bandung pada Minggu (4/3). Saat berada di kandang orangutan, dalam benaknya tak terbesit sedikitpun untuk melakukan hal yang tidak wajar tersebut.

Saat ia menyalakan rokok, orangutan yang melihat hal itu menjulurkan tangannya seolah meminta rokok kepada DJ.

"Dia (orang utan) menjulurkan tangannya kaya yang meminta. Refleks langsung nyalakan rokok dan melempar," kata dia.

Saat berita itu muncul di berbagai media massa, ia pun langsung berinisiatif untuk menanyakan kasus tersebut ke Polsek Cimahi dan diarahkan untuk mendatangi pihak kebun binatang.

"Saya sama istri dan anak datang ke kebun binatang, meminta maaf. Terus saya dibawa ke sini," kata dia.

Ia mengaku saat menyesali perbuatan tak terpujinya tersebut, serta akan menjadikan kasus ini sebagai pelajaran berharga terutama dalam menjaga keberadaan satwa khususnya yang dilindungi.

Sementara itu, Kepala Polrestabes Bandung, Komisaris Besar Polisi Hendro Pandowo mengatakan, perbuatan DJ telah melanggar pasal 302 KUHP tentang penganiyaan terhadap satwa dan diancam hukuman tiga bulan penjara.

Meski pelaku telah menyerahkan diri dan kasus tetap berlanjut, namun status DJ tidak akan ditahan.

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Penyerahan bayi orangutan kepada BKSDA Sampit

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar