counter

Tumpahan minyak Balikpapan dari pipa bawah laut Pertamina yang patah

Tumpahan minyak Balikpapan dari pipa bawah laut Pertamina yang patah

Petugas PT Pertamina menghisap tumpahan minyak di area 'oil boom' menggunakan 'oil spiller' dalam 'exercise International Ships and Port Facility Security (ISPS) Code, Fire Fighting (FF) & Oil Spill Recovery (OSR) Tier-1' di Terminal Khusus Migas Pertamina Marine Region VI Refinery Unit V Balikpapan, Kamis (13/10). (ANTARA/Ponte)

Balikpapan (ANTARA News) - Penyebab tumpahan minyak di Teluk Balikpapan Sabtu (31/3) ternyata akibat patahnya pipa penyalur minyak mentah dari Terminal Lawe-lawe di Penajam Paser Utara ke Kilang Balikpapan.

"Pipa baja diameter 20 inci, tebalnya 12 mm, di kedalaman 25 meter," kata General Manager (GM) Pertamina Refinery Unit (RU) V Togar MP di Balikpapan, Rabu.

Pipa itu juga masih dibungkus casing semen agar tidak berkarat direndam di air laut dan menambah kekuatannya menahan tekanan air. Pipa penyalur minyak mentah itu dipasang tahun 1998 atau sudah berusia pakai 20 tahun.

Para penyelam melaporkan pipa itu bergeser 120 meter dari posisi awalnya di dasar Teluk Balikpapan.

"Penyebab patahnya pipa itu yang sedang kami selidiki sekarang," kata Direktur Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Kalimantan Timur Komisaris Besar Polisi Yustan Alpian pada kesempatan yang sama.

Baca juga: Dua korban kebakaran tumpahan minyak di Balikpapan ditemukan

Menurut GM Togar MP, perlu kekuatan yang sangat besar untuk menarik pipa hingga patah.

Pertamina masih menghitung berapa jumlah minyak yang bocor ke laut.

"Tapi sejak pertama kali terdeteksi, kami sudah menutup penyaluran minyak mentah dari Lawe-lawe ke Balikpapan untuk tindakan pencegahan," lanjut Togar.

Pada awalnya, tumpahan minyak itu dikira Marine Fuel Oil (MFO). Menurut Togar, timnya bahkan mengambil sampel tumpahan di 9 titik berbeda, kemudian mengirimkannya ke laboratorium, termasuk 1 laboratorium independen.

"Hasilnya tetap dinyatakan MFO atau bahan bakar kapal," katanya.

Baca juga: Tiga orang masih dicari pasca tumpahan minyak di Balikpapan

Namun demikian, sampel yang ke-10 menyatakan lain. Bahwa minyak yang tumpah adalah minyak mentah atau crude.

Setelah itu, lanjut Togar, Pertamina segera menurunkan tim penyelam dan melakukan pemeriksaan secara rinci jalur pipa dari Lawe-lawe ke Kilang Balikpapan.

"Itu yang kami temukan, di satu titik pipa patah dan bergeser hingga 120 meter dari lokasi awalnya," ulang Togar.

Kebocoran atau tumpahan minyak ke laut ini pertama diketahui pukul 03.00 dinihari waktu setempat, Sabtu (31/3). Saat masih membersihkan tumpahan minyak itu, pada pukul 10.30 di tengah laut api berkobar dari minyak yang terkumpul.

Dari kejadian kebakaran itu, 5 orang tewas, 1 orang mengalami luka bakar, dan 20 orang selamat. Kapal kargo MV Ever Judger mengalami terbakar sekoci penyelamatnya setelah api menjalar dari tali kapal.

Baca juga: Polri investigasi kebakaran tumpahan minyak Balikpapan

Pewarta: Novi Abdi
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pertamina: tumpahan minyak di Karawang tinggal 10%

Komentar