counter

Jalur ganda Sumsel dioperasikan 25 April

Jalur ganda Sumsel dioperasikan 25 April

Arsip. Pekerja menyiapkan pemasangan besi tiang penyangga jembatan kereta api yang menghubungkan Nganjuk dengan Jombang untuk pembangunan rel jalur ganda (double track) di Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (3/4). Pembangunan rel ganda lintas selatan Jawa ditargetkan selesai pada 2019. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

Palembang (ANTARA News) - Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri, mengatakan jalur ganda kereta api Kertapati-Prabumulih dan Martapura-Baturaja di Sumatra Selatan siap dioperasikan pada 25 April mendatang.

Dalam kunjungan kerjanya mendampingi Menteri Perhubungan ke Stasiun Prabumulih, Jumat (20/4), Zulfikri menjelaskan jalur ganda Prabumulih-Kertapati memiliki total panjang 80 km, sedangkan jalur ganda Stasiun Baturaja-Martapura sepanjang 32,3 km.

"Kalau progress, tanggal 25 April ini semua siap dioperasikan, Baturaja-Martapura siap, Prabumulih-Kertapati juga siap dioperasikan 25 April mendatang," kata Zulfikri.

Kedua jalur ganda Sumatra bagian Selatan yang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional Pemerintah, ini menghabiskan dana sekitar Rp2,2 triliun.

Ia mengatakan dengan dioperasikannya kedua jalur ganda tersebut, kapasitas lalu lintas kereta api yang mengangkut batu bara dan penumpang tersebut akan meningkat.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, mengatakan pembangunan jalur ganda akan membangun konektivitas dari Palembang menuju Lubuk Linggau dan Tanjung Karang.

Selain itu, kereta api menjadi angkutan logistik meminimalisasi kendaraan berat di jalan raya sehingga produktivitas terutama komoditas batu bara akan meningkat.

"Penambahan jalur ganda ini akan meningkatkan produktivitas, baik dari Muara Enim ke Palembang maupun Palembang ke Tanjung Karang," kata Budi Karya.

Sebelum dibangun jalur ganda, jalur Prabumulih-Kertapati kini memiliki frekuensi perjalanan 114 KA dari 57 frekuensi KA per hari. Selain itu, kapasitas angkut juga bertambah dari 10 juta ton per tahun menjadi 22 juta ton per tahun.

Waktu tempuh dari Kota Palembang menuju Prabumulih juga menjadi lebih singkat, yakni untuk KA penumpang menjadi 60 menit (dari 100 menit) dan KA barang 90 menit (dari 120 menit).

Sementara itu, jalur Martapura-Baturaja juga meningkatkan frekuensi perjalanan dari 13 KA menjadi 17 KA per hari. Waktu tempuh untuk KA penumpang menjadi hanya 20 menit (dari 45 menit) dan untuk KA barang menjadi 30 menit (dari 20 menit).

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar