Risma perintahkan penertiban bangunan liar di kawasan pergudangan

Risma perintahkan penertiban bangunan liar di kawasan pergudangan

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Surabaya (ANTARA News) - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memerintahkan penertiban bangunan liar di kawasan pergudangan menyusul kebakaran hebat di area gudang di Jalan Panggung, Rabu malam (16/5).

"Mobil pemadam kebakaran kesulitan masuk melakukan pemadaman karena karena lokasinya di perkampungan padat penduduk, selain juga terhalang banyaknya bangunan liar semi permanen yang berdiri di area pergudangan," ujarnya kepada wartawan di lokasi kebakaran, Kamis dini hari.

Kebakaran terjadi sejak pukul 22.45 WIB, Rabu malam dan butuh waktu empat jam untuk memadamkan api.

Mengetahui peristiwa itu, Risma segera terjun ke lokasi kebakaran dan memimpin upaya pemadamaan.

Api melahap enam gudang di kawasan itu lantaran di dalamnya berisi barang-barang yang mudah terbakar.

Pemadaman akhirnya dilakukan dengan cara memanjangkan (selang berisi air yang dimasukkan melalui celah-celah bangunan liar agar menjangkau api di gedung yang terbakar.

"Saya akan panggil pejabat kelurahan di kawasan pergudangan agar menertibkan bangunan liar yang berdiri di sekitarnya. Biar kalau terjadi bencana seperti ini tidak menyulitkan petugas pemadam kebakaran," katanya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemerintah Kota Surabaya Chandra Oratmangun mengatakan pihaknya mengerahkan 16 unit mobil pemadam kebakaran untuk melumpuhkan kobaran api di pergudangan Jalan Panggung Surabaya.

"Kami terima informasi kebakaran sekitar pukul 23.00 WIB. Sampai di lokasi api sudah terlihat besar," katanya.

Diakuinya para petugas pemadam cukup kewalahan menjinakkan api lantaran kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk. Chandra menyatakan api berhasil dipadamkan pada sekitar pukul 02.00 WIB dan dilanjutkan dengan pembasahan.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian materiil ditaksir mencapai miliaran rupiah.
 

Pewarta:
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar