BNPT "all out" amankan Asian Games 2018

BNPT  "all out" amankan Asian Games 2018

Dokumentasi Kepala BNPT Suhardi Alius memberikan pembekalan wawasan kebangsaan dan potensi ancaman terorisme di depan ratusan anggota Pasis Pendidikan Pengembangan Umum Sespima Angkatan 59 di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri, di Jakarta, Kamis (29/3/2018). (ANTARA News/HO)

Sangat ketat, siapa pun yang tidak pakai ID Card tidak boleh masuk. Motonya `zero attack dan zero accident`."
Jakarta (ANTARA News) - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) akan "all out" mengamankan Asian Games 2018 dari kemungkinan gangguan teroris, kata Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius.

Dikutip dari siaran pers di Jakarta, Kamis, Suhardi ingin Asian Games di Indonesia "zero attack, zero accident" seperti yang pernah dilakukan Korea Selatan saat menggelar Asian Games 2014 di Incheon dan Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang.

Untuk itu, kata mantan Kabareskrim Polri itu, pengamanan akan dibuat sangat ketat agar tidak ada celah bagi pihak-pihak yang ingin mengganggu ajang olahraga terbesar di Asia tu.

"Sangat ketat, siapa pun yang tidak pakai ID Card tidak boleh masuk. Motonya `zero attack dan zero accident`," kata Suhardi.

Menurut Suhardi, acara bertaraf internasional seperti Asian Games memang berpotensi menjadi incaran teroris sehingga langkah antisipasi, kewaspadaan dan sinergi berbagai pihak perlu dilakukan.

Ia mengingatkan Piala Dunia 2018 di Rusia juga sudah lama diancam oleh kelompok militan, terutama ISIS. "Fakta ini harus menjadi suatu pemahaman agar bisa diantisipasi dengan baik. Karena itulah, masalah keamanan ini harus benar-benar diperkuat, tanpa celah," katanya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Kamis, menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Pengamanan Asian Games yang diikuti BNPT beserta kementerian dan lembaga terkait.

Selain Kepala BNPT, hadir dalam rapat itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendi, Wakapolri yang juga CdM Kontingen Indonesia Komjen Pol Syafruddin, Deputi Kemenpora Gatot Dewobroto, Wakil Ketua Inasgoc Mayen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua Inapgoc Raja Sapta Oktohari, serta perwakilan dari Kemenlu, BSSN, dan PPK GBK.

Menurut Suhardi, dalam rapat yang berlangsung selama kurang lebih dua jam itu dibahas sangat detail terkait pengamanan Asian Games yang akan digelar tiga bulan mendatang.

"Semua dibahas dengan detail seperti masalah keamanan, penempatan atlet, VIP, venue. Itu kami identifikasi, terus apa yang mesti kami lakukan. Intinya, semua sudah berkolaborasi dengan baik," ujar Suhardi.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar