Menteri Pertanian minta hasil penelitian langsung diterapkan

Menteri Pertanian minta hasil penelitian langsung diterapkan

Menteri Pertanian Amran Sulaiman. (ANTARA /Sigid Kurniawan) (antara)

Malang (ANTARA News) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta hasil penelitian dari perguruan tinggi (PT) langsung diterapkan di lapangan dalam rangka upaya pengembangan pertanian di Tanah Air.

"Kami serius menerapkan hasil penelitian yang dihasilkan dosen atau mahasiswa dari perguruan tinggi demi membangun dan mengembangkan sektor pertanian di Indonesia," kata Andi Amran di sela kuliah tamu Membangun Pertanian Mandiri dan Berkelanjutan di Era Industri 4.0" di Gedung Windyaloka Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, Jumat.

Keseriusan Menteri Pertanian tersebut ditunjukkan dengan komitmennya mengaplikasian hasil penelitian dua dosen UB Malang, yakni hasil penelitian berupa jagung merah dan pupuk.

Jagung merah hasil penelitian dan merupakan varietas baru itu diklaim banyak manfaatnya, terutama untuk kesehatan (pangan fungsional) karena mengandung antosianin. Sementara untuk pupuk, diklaim sudah teruji meningkatkan produksi padi 30 sampai 50 persen.

Untuk pengaplikasian kedua hasil penelitian tersebut, Mentan langsung meminta Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur memfasilitasi penerapannya dalam skala yang lebih besar. Untuk jagung merah, peneliti menyanggupi untuk diterapkan di lahan seluas 100 hektare. Sedangkan untuk pupuk akan diterapkan di area lahan seluas 200 hektare.

"Kita akan beli pupuk ini untuk digunakan di lahan seluas 200 hektare. Kalau terbukti naik 50 persen, kita beli untuk 1.000 bahkan 2.000 hektare," kata Amran di hadapan ribuan mahasiswa dan dosen Fakultas Pertanian UB.

Ia mengakui dirinya mengerti betul sulitnya menjadi peneliti. Para peneliti terus bekerja keras dan tidak sebanding dengan penghargaan yang diterima. Untuk itu, sejumlah terobosan sudah dikeluarkan Menteri Pertanian untuk mendorong penelitian, di antaranya menerapkan sistem online atau dalam jaringan (daring) dan memberikan insentif kepada peneliti.

"Dulu prosesnya bisa tiga tahun, sekarang sudah online untuk menghemat biaya dan waktu. Peneliti juga bisa memasukkan produknya lewat e-catalog, kita berikan royaltinya, bahkan ada yang sudah menghasilkan hingga Rp6 miliar," tuturnya.

Amran berharap ada kerja sama permanen antara Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian di daerah dengan universitas agar penelitian benar-benar aplikatif dan bermanfaat untuk pembangunan pertanian Indonesia.

Selain serius terhadap hasil penelitian, Menteri Pertanian juga mengajak mahasiswa UB Malang menjadi petani sukses. "Peran mahasiswa sebagai generasi muda sangat penting dalam memajukan pertanian berbasis teknologi sehingga Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia," katanya.

Oleh karena itu, lanjutnya, jangan takut dengan kegagalan. "Kami berharap mahasiswa pertanian bisa menjadi petani sukses, sehingga bisa merawat, bahkan meningkatkan program-program pertanian sehingga mampu menjaga negeri ini di bidang kedaulatan pangan," ucapnya.

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar