Greysia beberkan arti dukungan dalam karir

Greysia beberkan arti dukungan dalam karir

Potret pebulu tangkis ganda putri Greysia Polii (kanan) dan Anggia Shitta Awanda di Pelatnas PBSI. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Profesi atlet bisa menjamin masa depan."
Jakarta (ANTARA News) - Pebulu tangkis nasional nomor ganda putri Greysia Polii membeberkan arti penting dukungan dalam karir seorang atlet, termasuk dirinya.

"Bagi saya, dukungan itu penting dalam karir saya, bukan hanya negara yang berinvestasi besar untuk atletnya agar jadi juara, pengurus PBSI dan keluarga. Dan, saya tidak bisa menyia-nyiakan dukungan demikian tersebut karena buat saya itu semua komponen luar biasa yang meningkatkan nasionalisme," katanya saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Dukungan tersebut juga, menurut Greysia, merupakan salah satu kekuatan yang menjadi jawaban atas keraguan hatinya yang sempat meragukan masa depannya sebagai atlet bulu tangkis nasional.

Keraguan pemain ganda putri berusia 30 tahun itu, menurut dia, sempat muncul sejak dirinya mulai menekuni secara serius dunia bulu tangkis sebagai jalan hidupnya, kendati sejak mulai bermain pada usia lima tahun dirinya ingin menjadi kebanggaan Indonesia.

"Dulu waktu saya mulai jadi atlet nasional pernah ada anggapan bahwa menjadi atlet tidak bisa menjadi pilihan jalan hidup dengan kurangnya apresiasi dari negara. Waktu itu sempat bertanya apakah ini tepat sebagai tujuan hidup saya. Kalau gagal pasti akan terngiang-ngiang, benar gak saya akan diapresiasi," ujarnya.

Namun, ia mengemukakan, seiring berjalannya waktu, maka pada akhirnya mampu membuktikan bahwa anggapan tersebut keliru. Kini ia merasa profesi atlet sudah dihargai oleh berbagai kalangan.

"Akhirnya muncul komitmen. Dengan berjalannya waktu, dibantu juga oleh pelatih, serta para senior, saya membuktikan bahwa atlet ternyata diapresiasi. Profesi atlet bisa menjamin masa depan," tuturnya.

Dalam perjalanan karirnya di dunia bulu tangkis, Greysia memang sukses meraih berbagai prestasi tingkat internasional.

Salah satunya prestasi yang diraih yakni medali emas Asian Games 2014 saat berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari.

"Dengan perubahan pandangan saya itu, saya ingin tularkan ke adik-adik atlet saya yang di bawah bahwa dengan adanya apresiasi besar dari pemerintah, saya ingin prestasi juga datang secara berkesinambungan," katanya.

Saat ini, Greysia Polii berpasangan dengan Apriyani Rahayu. Keduanya telah meraih dua gelar superseries sejak kali pertama dipasangkan pada tahun 2017, yaitu Prancis Terbuka 2018 dan India Terbuka 2018.

Selain itu, Greysia/Apriyani pun diproyeksikan oleh Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) sebagai andalan di nomor ganda putri pada Asian Games 2018.

Pewarta:
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar