Penangkapan terduga teroris tidak koordinasi kepolisian resor

Penangkapan terduga teroris tidak koordinasi kepolisian resor

Dua polisi berjaga di pintu masuk Markas Brigade Mobil di Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Selasa (26/6/2018). Detasemen Khusus 88 menangkap tiga orang terduga teroris di Desa Ayumolingo dan kini masih dalam pemeriksaan di Markas Komando Brigade Mobil. (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)

... ditanya sama teman-teman wartawan ada yang bilang di Pleret ada, yang di Kasihan juga ada, kalau saya bilang iya, tapi saya tidak 'ngerti...
Bantul, DIY (ANTARA News) - Kepala Kepolisian Resor Bantul, DIY, Ajun Komisaris Besar Polisi Sahat M Hasibuan, mengatakan, penangkapan terduga teroris oleh Tim Densus 88 Antiteror Kepolisian Indonesia di wilayah kerjanya tidak dikoordinasikan dengan mereka.

"Silakan konfirmasi ke Polda DIY, karena mungkin ada koordinasi atau apa, soalnya kalau (koordinasi) ke tingkat polres tidak, apalagi tingkat polsek," kata Hasibuan, saat dikonfirmasi terkait penangkapan terduga teroris di Bantul, Kamis.

Ia memang membenarkan ada informasi penangkapan terduga teroris di wilayah Kecamatan Kasihan dan Pleret pada Rabu (11/7), akan tetapi informasi itu tidak diterima langsung dari Detasemen Khusus Antiteror maupun Polda DIY.

Namun demikian, ketika ditanya lebih detail tentang informasi penangkapan terduga teroris di Bantul, Hasibuan tidak mengetahui pasti, karena warga yang ditangkap tersebut langsung dibawa Tim Detasemen Khusus Antiteror ke Jakarta.

"Saya malah tidak tahu itu, kalau tidak salah langsung dibawa Densus. Artinya kalau misalnya penangkapan itu ada langsung dibawa Tim Detasemen Khusus, saya tahunya juga dari koran dan dari kepala polsek," katanya.

Ia mengatakan, tidak pernah ada koordinasi dari Markas Besar Kepolisian Indonesia terkait kegiatan Tim Detasmeen Khusus Antiteror, sehingga ketika ada penangkapan dan penggeledahan rumah terduga teroris, tim langsung menyasar ke lokasi.

"Ketika saya tanya informasi ke kepala polsek, informasinya itu dibawa sama teman-teman Detasemen Khusus, itu kan langsung ke Markas Besar Kepolisian Indonesia, jadi misalkan ada kegiatan mungkin langsung ke sasaran, jadi saya malah tidak tahu itu," katanya.

"Saya beberapa kali ditanya sama teman-teman wartawan ada yang bilang di Pleret ada, yang di Kasihan juga ada, kalau saya bilang iya, tapi saya tidak 'ngerti". Tahunya dari wartawan, dari baca di koran, kalau ternyata di Bantul juga ada," katanya.

Oleh sebab itu, ia menyarankan langsung konfirmasi ke Polda DIY terkait penangkapan terduga teroris itu, sebab sampai saat ini dari Polda DIY belum ada komunikasi dengan polres maupun polsek.

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar