Malcolm Turnbull: Paus harus pecat uskup yang sembunyikan pelecehan seksual

Malcolm Turnbull: Paus harus pecat uskup yang sembunyikan pelecehan seksual

Ilustrasi pelecehan seksual. (Pixabay)

Sydney (ANTARA News) - Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull, Kamis, mengatakan, Paus Fransis harus memecat seorang uskup yang dihukum karena menyembunyikan pelecehan seksual atas anak-anak.

Uskup Philip Wilson, 67 tahun, pada Mei lalu, menjadi tokoh agama Katolik paling senior yang dihukum karena tidak mengungkap kepada polisi pelecehan itu.

Wilson dijatuhi hukuman satu tahun awal bulan ini. Ia tak lagi sebagai uskup Adelaide di negara bagian Australia Selatan, tetapi ia tidak mengundurkan diri karena masih mengajukan banding.

Turnbull, yang sebelumnya menyerukan Wilson agar mundur, mengecam lagi Wilson yang masih tetap tak mau mundur.

"Dia seharusnya mundur dan sudah waktunya untuk Paus memecat dia," kata Turnbull kepada wartawan di Sydney.

"Saya pikir sudah saatnya sekarang bagi otoritas tertinggi di gereja untuk mengambil tindakan dan memecat dia."

Keuskupan Adelaide tak segera memberi komentar mengenai hal itu.

Pengacara Wilson, yang tetap menyatakan kliennya tak bersalah selama peradilannya, berpendapat bahwa dia tidak tahu imam James Fletcher telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak selama kurun waktu tahun 1970-an. Pengadilan diberitahu bahwa dua korban, salah satunya anak laki-laki altar, mengatakan Wilson tak melakukan pelecehan tahun 1976.

Fletcher dinyatakan bersalah tahun 2014 atas enam kasus pelecehan seksual dan meninggal dalam penjara tahun 2006 setelah terserang stroke.

Wilson masih mengajukan uang jaminan sementara ia diperiksa pihak penjara untuk dikenai tahan rumah, bukan mendekam di penjara.

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar