Di Labuhanbatu angin kencang rusak 35 rumah

Di Labuhanbatu angin kencang rusak 35 rumah

Mobil tertimpa pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/4/2018). Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi terdapat 17 titik lokasi pohon tumbang dan reklame roboh akibat hujan deras disertai angin kencang. (ANTARA FOTO/Budiyanto)

Sedikitnya 35 rumah semi permanen rusak akibat hantaman angin
Rantauprapat (ANTARA News) - Sedikitnya 35 rumah di Afdeling 6 Desa Janji, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, rusak diterjang angin kencang yang melanda daerah itu pada Rabu (25/7) malam.

"Sedikitnya 35 rumah semi permanen rusak akibat hantaman angin," kata Ketua RW Pondok Ladang, Desa Janji, Kecamatan Bilah Barat Edy Arwan yang dihubungi dari Rantauprapat, Kamis.

Kerusakan parah terletak bagian barat kantor desa yang terdiri dari delapan unit rumah, satu tiang tower jaringan internet dan kabel tegangan tinggi jaringan listrik di dekat kawasan pembangunan jalan kereta api di Desa Afdeling 1 Pondok.

Angin disertai hujan dan petir terjadi saat warga melaksanakan ibadah shalat Magrib, meski demikian tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang berlangsung selama dua jam tersebut.

Sebagian warga tetap bertahan di rumah yang telah digenangi air hujan tersebut, sedangkan selebihnya mengungsi di rumah kerabat terdekat.

"Untuk sementara tempat tinggal kami akan dipindahkan ke rumah permanen sejauh 100 meter dari lokasi kejadian," katanya.

Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Labuhanbatu mendirikan posko pengendalian bencana korban angin puting beliung di Afdeling 6 Desa Janji, Kecamatan Bilah.

Sekretaris BPBD Kabupaten Labuhanbatu Roni Paslah mengatakan, satuan tugas bencana tengah menginventarisir mau pun korban angin puting beliung di rumah karyawan PTPN 3 tersebut.

Keberadaan posko diharapkan dapat memberikan kenyaman kepada warga dan mengurangi risiko bencana susulan yang mungkin terjadi.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan TNI/Polri untuk memperbaiki dan mengevakuasi properti milik korban ke tempat yang lebih aman.

Sejumlah peralatan penanganan bencana telah disiapkan, diantaranya gergaji mesin, sekop, jas hujan, alat komunikasi hingga peralatan pendukung yakni sepeda motor hingga mobil evakuasi.

"Kami sudah siapkan alat penanganan bencana dan para petugas di bantu TNI/Polri selalu siap membantu," katanya.

Baca juga: 47 rumah rusak diterjang angin kencang di Aceh Tengah
Baca juga: Sejumlah rumah warga rusak akibat angin kencang

 

Pewarta:
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar