Mataram (ANTARA News) - Pimpinan dan anggota DPR RI memberikan bantuan kepada korban gempa tektonik Lombok, Nusa Tenggara Barat sebesar Rp380 juta serta sembilan bahan pokok dan selimut.

Sumbangan tersebut diberikan oleh Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah serta Gede Syamsul Mujahidin (Hanura) dan M Syafruddin (PAN).

"Kami pimpinan dan anggota DPR memberikan sumbangan yang berasal dari gaji dan sumbangan, untuk membantu warga korban gempa," kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di Posko Pengungsian SDN 1 Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Rabu.

Bantuan ini, mudah-mudahan bisa dimanfaatkan oleh warga, katanya sembari memberikan motivasi agar masyarakat dapat melewati cobaan tersebut.

Di bagian lain, ia memberikan pujian kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang melakukan kegiatan restorasi pasca musibah gempa bumi tersebut. "Mudah-mudahan penanganan berjalan dengan baik," katanya.

Ia mengingatkan langkah pertama yang harus dilakukan adalah memulihkan kesehatan jiwa atau trauma dari korban gempa karena bencana tersebut terasa sangat berat sekali. ?Meski kita bersyukur bencananya terjadi pada pagi hari, tidak terjadi pada malam hari saat kita berada di rumah atau tidur,? tandasnya.

Terlebih lagi, lokasi terberat musibah gempa itu terjadi diapit laut dan gunung. "Di laut khawatir terjadi tsunami dan di gunung takut longsor," katanya.

Dalam kegiatan itu juga, pihaknya meninjau langsung lokasi paling parah terdampak gempa berkekuatan 6,5 Skala Richter itu, yakni, Desa Obel-Obel, Kecamatan Mentarang, Lombok Timur. Fahri Hamzah melihat langsung bangunan rumah, sekolah dan rumah ibadah yang roboh, serta mendengarkan keluhan dari korban gempa bumi.

Gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter dengan kedalaman 24 km mengguncang pulau Lombok dan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat, dan Pulau Bali, pada hari Minggu (29/7). Pusat evakuasi terjadi di wilayah Sembalun yang merupakan salah satu pos pendakian menuju Gunung Rinjani yang sedang ramai pengunjung. Per hari Senin (30/7) terdapat 543 orang pendaki yang berhasil dievakuasi setelah sempat terjebak akibat 4 dari 5 jalur pendakian putus akibat gempa.

Selain korban jiwa 16 orang dan 300 lebih warga terluka, gempa di Lombok Timur menimbulkan kerusakan fisik parah pada ribuan bangunan rumah, gedung fasilitas publik dan perkantoran. Pemerintah provinsi NTB menetapkan waktu tanggap darurat hingga hari Kamis (2/8) dan berbagai unsur dari kementrian terkait, lembaga sosial kebencanaan dan TNI - Polri telah tiba untuk menolong warga dan melakukan evakuasi.

Pewarta: Riza Fahriza
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2018