Rombongan pendukung Jokowi kenakan pakaian adat Bali

Rombongan pendukung Jokowi kenakan pakaian adat Bali

Pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin menyambut kedatangan pasangan capres-cawapres dengan mengenakan pakaian adat tradisional di Gedung Joang 45 Jakarta, Jumat. (Tessa)

Jakarta (ANTARA News) - Rombongan pendukung bakal Calon Presiden-Calon Wakil Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin mengenakan pakaian adat tradisional Bali saat penyambutan di Gedung Joang 45 Jakarta, Jumat.

Sejumlah pendukung Jokowi juga mengenakan pakaian adat tradisional Dayak (Kalimantan), Papua dan Betawi (Jakarta) yang diiringi alunan musik tradisional.

Massa tersebut nampak berdiri tertib menanti kedatangan Presiden Jokowi.

Baca juga: Jokowi-Ma'ruf kumpul di Gedung Joang 45

Selain itu, pasukan marching band berseragam serba putih juga menghiasi suasana titik kumpul pada Jumat pagi.

Komunitas pendukung Jokowi juga memenuhi Gedung Joang 45, seperti Solidaritas Merah Putih dan Maluku Voor Jokowi.

Para relawan pendukung mengaku sejak pukul 06.00 WIB mereka berkumpul di lokasi titik kumpul.

Uniknya, para rombongan pendukung memiliki atribut berbeda.

Sebagian besar berseragam merah putih, beberapa berseragam hitam dengan ikat kepala merah dan bendera kecil merah putih yang mereka genggam.

Tak ketinggalan, patung Garuda setinggi 2,5 meter menghiasi iringan relawan pendukung Jokowi. Patung ini memiliki roda dan nantinya akan mengiringi perjalanan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan rombongan pendukungnya ke KPU.

Baca juga: Jokowi-Ma'ruf tiba di KPU pukul 09.28 WIB



Sebelumnya, Presiden Jokowi dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin akan mendaftar sebagai pasangannya calon presiden dan wakil calon presiden di Pemilihan Presiden 2019.

Baca juga: Jokowi akhirnya pilih Ma'ruf Amin jadi cawapres

Jokowi dan Ma'ruf Amin akan mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) hari Jumat pagi dan berkumpul terlebih dahulu dengan para rombongan pendukung di Gedung Joang 45, Jakarta.

Baca juga: Pimpinan parpol datang di KPU tidak bersamaan

Pewarta:
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar