Lima negara tandatangani perjanjian penggunaan Laut Kaspia

Lima negara tandatangani perjanjian penggunaan Laut Kaspia

Kapal perang penjelajah berpeluru kendali Angkatan Laut Rusia, Peter The Great. Angkatan Laut Rusia memiliki beberapa armada, yaitu Armada Laut Kaspia, Armada Laut Hitam, Armada Pasifik, Armada Kawasan Utara, dan Armada Laut Baltik. (wikipedia.org)

Moskow (ANTARA News) -  Rusia, Iran, Kazakstan, Turkmenistan dan Azerbaijan pada Minggu menandatangani perjanjian penggunaan bersama Laut Kaspia, kata kantor kepresidenan Rusia, Kremlin.

Perjanjian itu akhirnya ditandatangani setelah melalui perundingan dua dasawarsa.

Presiden dari kelima negara itu menorehkan tinta mereka untuk mengesahkan status hukum kesepakatan bersejarah menyangkut Laut Kaspia.

Penandatangan itu berlangsung pada Pertemuan Puncak Kaspia Kelima di kota Aktau, Kazakstan, menurut laporan Xinhua.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan perjanjian itu membenahi hak dan kewajiban khusus negara penandatangan perjanjian itu atas keadaan Laut Kaspia serta membentuk aturan jelas atas penggunaannya secara bersama-sama, kata salinan dari Kremlin.

Putin mengatakan perjanjian itu secara jelas mengatur masalah penetapan batas, pelayaran dan penataan wilayah penangkapan ikan yang diperlukan, membenahi prinsip-prinsip interaksi militer-politik negara peserta serta menjamin penggunaan Laut Kaspia secara khusus bagi tujuan damai.

Menurut presiden Rusia tersebut, dasar peraturan yang diperlukan bagi penyelesaian status hukum Laut Kaspia tercakup dalam enam perjanjian terkait bidang ekonomi, transportasi dan keamanan. Keenam perjanjian itu juga ditandatangani pada Minggu.

Secara khusus menyangkut dasar perjanjian kerja sama ekonomi di Kaspia, prioritas akan diberikan pada pembangunan hubungan perdagangan dan ekonomi kawasan serta penguatan kerja sama yang erat dan saling menguntungkan.

Putin juga menggarisbawahi prospek kerja sama antara negara-negara Kaspia dalam bidang pariwisata, ekologi dan perlindungan sumber daya biologi, penumpasan perdagangan narkoba serta pencegahan dan penanganan keadaan darurat, kata Kremlin.

Sementara itu, Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev, seperti dikutip kantor berita Interfax, mengatakan, "Kita perlu memanfaatkan segala kemungkinan yang disediakan perjanjian dan dokumen-dokumen yang ditandatangani untuk mendorong hubungan perdagangan dan ekonomi di antara negara-negara pantai ini."

Nazarbayev juga mengatakan kelima negara telah sepakat untuk menandatangani perjanjian soal langkah-langkah untuk membangun kepercayaan pada sektor militer, sebagai upaya untuk memastikan keseimbangan persenjataan di kawasan serta memperkuat keamanan dan stabilitas di kawasan.

Proses pengerjaan perjanjian tersebut telah dikembangkan sejak 1996.

Menteri luar negeri kelima negara tersebut mencapai kesepakatan atas rancangan perjanjian itu di Moskow pada Desember 2017.

Penerjemah: Tia Mutiasari
Editor: Boyke Soekapdjo

Pewarta:
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar