Pendapatan warga Padang Tikar bertambah berkat hutan desa

Pendapatan warga Padang Tikar bertambah berkat hutan desa

Warga Kampung Sira Arkilaus Kladit dan Kepala Greenpeace Indonesia Leonard Simanjuntak berfoto dengan Pohon Merbau yang berusia puluhan tahun di Hutan Desa Kampung Sira. (ANTARA News/Monalisa)

 Jakarta,  (ANTARA News) - Direktur Eksekutif Sampan, Dede Purwansyah mengatakan pendapatan warga di 10 desa Bentang Padang Tikar, Kalimantan Barat (Kalbar), bertambah berkat hutan desa (HD) yang menjadi bagian dari program Perhutanan Sosial.

Dede yang dihubungi dari Jakarta, Rabu, mengatakan warga desa yang berbudi daya madu kelulut di hutan desa kini sudah bisa menambah penghasilan hingga Rp2 juta per bulan.

Angka ini, menurut Dede, masih bisa ditingkatkan dengan memperbaiki perawatan terhadap kotak-kotak lebah yang dipasang, sehingga setiap kotak bisa menghasilkan hingga tiga kilogram (kg) madu dalam satu hingga dua tahun ke depan.

"Setidaknya jika sekarang satu kotak menghasilkan satu kg madu, maka dengan dirawat bisa menaikkan produksi madu hingga tiga kg per kotak," ujar dia.

Budidaya madu kelulut di Hutan Desa Bentang Padang Tikar baru dilakukan dalam satu tahun terakhir setelah SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) untuk izin kelola Hutan Desa diberikan di 2017.

Sebenarnya, menurut Dede, masih banyak lagi sumber pendapatan warga 10 desa dari 76.370 hektare (ha) Hutan Desa Bentang Padang Tikar ini. Selain madu warga menanam kopi dan menghasilkan jenis Liberica, salai pisang dan keripik pisang, asam payak, tepung dari nipah, rotan, arang batok, keset dari serabut kelapa, dan sebagainya.

Sampan, menurut dia, telah menggunakan skema proteksi, produksi dan inklusi (PPI compact) untuk membantu warga di sana menjadi berdaya dengan adanya hutan desa. Pihaknya tetap akan melakukan bimbingan kepada masyarakat sampai akhirnya mereka benar-benar mandiri.

Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menjalankan program Perhutanan Sosial yang di dalamnya terdapat hutan desa, hutan tanaman rakyat, hutan kemasyarakatan, hutan adat dan kemitraan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan dan keunggulan manusia Indonesia.

Hingga Juli 2018, luas hutan yang dikelola masyarakat melalui program Perhutanan Sosial mencapai 1,73 juta ha dari 12,7 juta ha yang dicadangkan.


Baca juga: KLHK: perhutanan sosial capai 1,75 juta ha
Baca juga: Papua berpotensi miliki Hutan Adat terluas di Indonesia

 

Pewarta: Virna Puspa S
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

258 desa rawan karhutla, Gubernur Jambi fokus pencegahan dini

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar