Studi kelaikan Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya tuntas

Studi kelaikan Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya tuntas

Proyek pembangunan jalan tol Batang-Semarang, di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (3/8/2018). (ANTARA/R Rekotomo)

Saat ini, proyek tersebut sedang dalam proses pemrakarsa dan lelang investasi
Bandung (ANTARA News) - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan uji kelaikan atau feasibility study (FS) Jalan Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas) telah selesai dibahas.

"Pemprov Jabar juga telah menyosialisasikan proyek tersebut dengan Menteri PUPR. Khususnya, dengan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Kami mendapat respon sangat baik dari pusat," katanya di Bandung, Rabu.

Iwa mengatakan nilai proyek Tol Cigatas untuk sementara ditaksir mencapai Rp5 triliun hingga Rp8 triliun dengan  kemungkinan opsi akan dilanjutkan sampai ke Cilacap, Jawa Tengah.

"Kalau ke Cilacap bisa puluhan triliun rupiah. Untuk membiayai proyek tersebut sebagian besar menggunakan dana investasi swasta. Saat ini, proyek tersebut sedang dalam proses pemrakarsa dan lelang investasi," katanya.

Ia berharap lelang investasi pembangunan Tol Cigatas bisa dilakukan pada 2018, sehingga pembebasan lahan, desain rinci (detail engineering design/DED), dan lainnya bisa diselesaikan.

"Kami targetkan pada 2022 atau 2023 jalan tol ini sudah jadi. Dari hasil FS yang selesai pada tahun 2016, akan ada perubahan jalur. Jadi, kemungkinan ke depan namanya bukan Cigatas," katanya.

Berdasarkan hasil FS, lanjut Iwa, sesuai daya dukung lahan dan lingkungan ternyata tidak tepat kalau jalan Tol Cigatas itu rutenya dari Cileunyi, Garut dan Tasikmalaya.

"Kalau itu dilakukan maka Cileunyi akan terjadi traffic jam karena jalur tersebut melewati Ujung Berung, Rancekek, dan Sumedang," katanya.

Ia mengatakan untuk menghindari kemacetan tersebut maka Pemprov Jabar mencoba berkoordinasikan dengan sembilan kepala daerah di wilayah bagian selatan yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Garut, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Pangandaran untuk mengatasinya.

"Ternyata semua sepakat jalur ini sangat penting untuk dibangun. Makanya, untuk meningkatkan efek ekonominya lebih jauh, hasil FS itu menetapkan jalur Cigatas diubah menjadi awalnya dari Gedebage yang sudah menjadi bagian dari konektivitas BIUTR," katanya.

"Bahkan, pembangunannya sudah selesai 2,1 km dan untuk meningkatkan ekonomi di Majalaya. Maka, jalur Cigatas diubah jadi Gedebage, Majalaya, Garut, Kota Tasik, Kabupaten Tasik, Ciamis dan Banjar," lanjut Iwa.

Baca juga: Menteri PUPR: pembangunan Tol Cigatas segera ditender
Baca juga: Tol Cigatas bisa atasi kemacetan Nagreg-Tasikmalaya

 

Pewarta:
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar