Indonesia beri bantuan 320 jas untuk PNG

Indonesia beri bantuan 320 jas untuk PNG

Duta Besar RI untuk Papua Nugini, Ronald Manik menyerahkan jas bantuan Pemerintah RI untuk pejabat Departemen Luar Negeri Papua Nugini di Gedung Departemen Luar Negeri PNG, Port Moresby, Selasa (4/9). (KBRI Port Moresby)

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia memberikan bantuan berupa sejumlah jas untuk para pejabat Papua Nugini (PNG) dalam upaya mendukung negara tersebut sebagai ketua dan tuan rumah APEC 2018.

Hal itu disampaikan dalam keterangan tertulis dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Port Moresby yang diterima di Jakarta, Jumat.
 
Duta Besar RI untuk Papua Nugini, Ronald Manik menyerahkan 320 pasang jas bantuan Pemerintah RI untuk 160 orang pejabat Departemen Luar Negeri Papua Nugini di Gedung Departemen Luar Negeri PNG, Port Moresby pada 4 September 2018. 
 
Dubes Ronald menyampaikan bahwa bantuan penyediaan jas tersebut merupakan bagian dari komitmen Indonesia untuk membantu PNG dalam penyelenggaraan APEC 2018 di Port Moreby. Dubes RI juga  berharap  penyelenggaraan APEC nanti berlangsung dengan baik dan sukses.  
 
Bantuan berupa sejumlah setelan jas tersebut diterima Sekretaris Jenderal Deplu PNG, Barbara Age didampingi oleh pejabat setingkat  Eselon I dan II.   
 
Sekjen Departemen Luar Negeri Papua Nugini Barbara Age menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia yang sejak awal 2013 terus mendukung PNG untuk menjadi Ketua APEC dan penyelenggara Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC(AELM), yang akan diadakan di Port Moresby pada November 2018 mendatang.

Dengan bantuan berupa sejumlah setelan jas yang dipesan dari Indonesia itu, pejabat Deplu PNG akan lebih siap dalam melaksanakan tugas-tugas, khususnya pada saat penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2018.

Selain itu, pemerintah Indonesia tahun lalu juga telah memberikan bantuan kepada Papua Nugini berupa pelatihan penggunaan senjata api ringan untuk anggota Polisi PNG dan pelatihan keprotokolan untuk pejabat Deplu PNG.
(T.Y012/

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar