counter

Putra - Putri Indonesia juri kunci di kejuaraan pelajar Asia

Putra - Putri Indonesia juri kunci di kejuaraan pelajar Asia

Pelatih Rifki Antolyon saat memberikan instruksi kepada pemain saat menghadapi Hong Kong pada penyisihan kejuaraan basket pelajar Asia 2018 di GOR Among Rogo Yogyakarta, Selasa (11/9/2018) (Istimewa)

Yogyakarta  (ANTARA News) - Tim bola basket pelajar putra Indonesia menyusul nasib rekan putri ketika ditaklukkan Hong Kong 65-81 (32-40) pada perebutan peringkat ketiga di kejuaraan basket pelajar Asia di GOR Among Rogo Yogyakarta, Kamis.

Dengan kekalahan di perebutan peringkat ketiga tersebut, tim putra yang dilatih Rifki Antolyon juga harus menerima nasib berada di posisi juru kunci karena tidak pernah memenangi satu pun dari empat pertandingan.

Kejuaraan di pertandingan yang menggunakan sistem setengah kompetisi itu diikuti oleh empat negara, yaitu China, Hong Kong, Thailand dan tuan rumah Indonesia.

Pada pertandingan sebelumnya, tim putri Indonesia akhirnya menyerah 60-65 kepada China di meski mampu memberikan perlawanan sampai detik - detik terakhir.

Menghadapi Hong Kong, tim putra tuan rumah Indonesia hanya mampu mengimbangi permainan lawan pada sepuluh menit pertama saat skor 16-16.

Namun pada pertandingan berikutnya, Hong Kong yang unggul postur tubuh, stamina maupun teknik, semakin menjauh dalam perolehan angka, terutama melalui lemparan - lemparan tiga angka yang lebih akurat.

Dari sepuluh pemain yang diturunkan, tidak satu pun yang mampu mencetak angka diatas sepuluh dan kapten Gregorius Lindu Aji yang menyumbang sembilan angka, tapi sebagai topskor Indonesia.

Sementara skor tertinggi untuk Hong Kong dicetak Chun Hung Lai dengan 17 angka, disusul Ko Han Chan dan Zhi Kang Liang, masing-masing 13 dan 11 angka.

Pelatih tim putra Rifki Antolyon usai pertandingan memberikan catatan khusus buat tim pelajar Indonesia, terutama yang berkaitan dengan persiapan.

"Untuk kejuaraan pelajar di masa mendatang, saya berharap persiapan bisa lebih lama, tidak bisa hanya sembilan hari karena pemain berasal dari daerah dan sekolah berbeda," kata Rifki.



Putri

Berbeda dengan tim putra, tim putri Indonesia yang dibawah asuhan pelatih Tjetjep Firmansyah, tampil lebih baik dan berpeluang untuk memaksa China bertanding melalui perpanjangan waktu (overtime) saat ketinggalan 60-63 pada 16 detik terakhir.

Namun ketatnya pertahanan China yang unggul postur tubuh membuat Adelaide dan kawan-kawan gagal menambah angka dan sebaliknya kembali tertinggal.

Adelaide Wongsohardjo, anggota tim Asian Games 2018 yang akrab disapa Lady kembali menjadi motor serangan Indonesia dengan mencetak 24 angka dan delapan rebound.

Permainan Lady mampu diimbangi Faizzatus Shoimah, rekan sesama asal Malang yang menyumbang 18 angka dan tujuh rebound.

Usai pertandingan, baik Lady maupun Faiz, panggilan Faizzatus, mengatakan bahwa meski kalah, permainan mereka sebenarnya jauh lebih baik daripada pertandingan sebelumnya.

"Saya kira, permainan kami lebih baik dibanding pertandingan sebelumnya karena kami bermain lebih lepas," kata Faiz, pelajar asal SMA 8 Malang yang juga dipercaya sebagai kapten.

 

Pewarta:
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar