counter

Seni pedalangan wayang punya manfaat bagi generasi muda

Seni pedalangan wayang punya manfaat bagi generasi muda

(kiri ke kanan) Seniman pedalangan Nanang Hape, Kepala Sub Direktorat Pemberdayaan Komunitas TIK Kementerian Komunikasi dan Informatika Bambang Trisantoso, Kepala Penerangan Kodam Jaya Kolonel Inf Kristomei Sianturi, Ketua III PEPADI Pusat Teguh Cokro, dan Ketua Umum PEPADI Kondang Sutrisno bersama dua dalang muda dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (18/9/2018). (Antara News/Aji Cakti)

kita bisa melihat anak-anak yang mempelajari dunia pedalangan, pendidikan akademisnya di atas rata-rata
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kondang Sutrisno mengungkap bahwa seni pedalangan  memiliki manfaat bagi generasi muda.

"Dari sisi manfaatnya tentu ini menjadi ajaran pendidikan moral yang adiluhung bahwa kita bisa melihat anak-anak yang mempelajari dunia pedalangan, pendidikan akademisnya di atas rata-rata," ujarnya di Jakarta, Selasa.

Dia lebih lanjut menjelaskan bahwa kehidupan ruang lingkup kecil anak-anak yang mempelajari seni pedalangan wayang di keluarganya dan lingkungan sekitarnya pasti berbeda.

"Kita juga berharap dunia pedalangan ini bisa memberikan pendidikan budi pekerti yang sekarang sudah tidak ada, namun di dunia pedalangan masih mengandung dan makna dari pendidikan budi pekerti," kata Kondang dalam konferensi pers "Dalang Go Digital" serta Festival Dalang Bocah dan Dalang Muda 2018.

Festival Dalang Bocah dan Dalang Muda 2018 Tingkat Nasional tahun 2018 akan digelar di Panggung Candi Bentar dan Putro Pendowo Taman Mini Indonesia Indah pada 20 - 23 September 2018.

Festival Dalang Bocah tahun ini diikuti 29 peserta dan terbagi menjadi dua kelompok yakni kelompok A untuk anak-anak berusia 8-12 tahun dan kelompok B untuk anak-anak berusia 13-15 tahun.

Sedangkan Festival Dalang Muda tahun 2018 diikuti 30 dalang muda yang terbagi menjadi dua kelompok usia yakni kelompok A untuk dalang berusia 17-20 tahun dan kelompok B untuk dalang berusia 21-30 tahun.          

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar