Negara-negara belajar atasi masalah pertanahan dari Indonesia

Negara-negara belajar atasi masalah pertanahan dari Indonesia

(Dari kiri ke kanan) Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Nur Hidayati, Panitia Nasional Global Land Forum 2018 Dewi Kartika, Direktur International Land Coalition Mike Taylor, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bambang Supriyanto dalam konferensi pers menjelang GLF 2018, Jakarta, Jumat (21/09/2018). (ANTARA/ Martha Herlinawati Simanjuntak)

para delegasi bisa kembali ke negara masing-masing setelah belajar apa yang sudah dilakukan Indonesia
Jakarta  (ANTARA News) - Koalisi Tanah Internasional (International Land Coalition/ILC) mengatakan perwakilan dari setiap negara yang akan berpartisipasi dalam Global Land Forum 2018 dapat belajar dari pengalaman Indonesia terkait upayanya dalam mengatasi masalah agraria begitu juga sebaliknya.

"Jadi kami semua datang ke Indonesia untuk belajar lebih jauh mengenai apa tantangan yang dihadapi dalam proses ini (konflik agraria) dan apa yang sudah dilakukan untuk menghadpi dan menjawab tantang ini dan juga untuk berbagi pengalaman terhadap yang lainnya," kata Direktur ILC Mike Taylor dalam konferensi pers menjelang Global Land Forum (GLF) 2018, Jakarta, Jumat.

Mike mengatakan delegasi dari Nepal, Madagaskar dan Kirgistan direncanakan bertemu dengan menteri dari Indonesia dalam forum itu dan bebagi pengalaman mereka tentang yang sudah mereka hadapi mengenai masalah agraria.

"Kami berharap Global Land Forum ini bisa menjadi sebuah wadah dan ajang di mana kita bisa belajar satu sama lain dan para delegasi bisa kembali ke negara masing-masing setelah belajar apa yang sudah dilakukan Indonesia," ujarnya.

Dia mengatakan dalam forum itu, peserta dari lintas negara dapat saling berdiskusi mengenai upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk menangani persoalan atau konflik agraria di negara mereka.

GLF itu bertujuan untuk mendiskusikan dan mempromosikan tata kelola pertanahan berbasis masyarakat (people-centered land governance) untuk mengatasi ketimpangan, kemiskinan, permasalahan konflik agraria, kerusakan ekologis, hak asasi manusia dan pembangunan pedesaan.

Sebanyak kurang lebih 550 delegasi asing dari 84 negara dan 500 peserta nasional akan berpartisipasi dalam Global Land Forum ke-8 yang diselenggarakan di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat pada 24–27 September 2018.

Global Land Forum (GLF) 2018 mengusung tema Bersatu untuk Hak Atas Tanah, Perdamaian dan Keadilan (United for Land Rights, Peace dan Justice).

GLF merupakan forum pertanahan global terbesar di dunia yang diselenggarakan International Land Coalition (ILC), bekerja sama dengan Panitia Nasional GLF dan Kantor Staf Presiden (KSP). 

 Baca juga: Ratusan delegasi asing hadiri Global Land Forum
Baca juga: GLF bahas reforma agraria untuk keadilan sosial

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar