Abdee "Slank": Ekonomi kreatif Indonesia harus dipandang dunia

Abdee "Slank": Ekonomi kreatif Indonesia harus dipandang dunia

Konser Jelang KAA Musisi Abdee Negara berpose usai konferensi pers tentang konser jelang KAA 2015, di markas Slank, Jakarta, Senin (13/4/15). Abdee cuti dari profesinya sebagai gitaris Slank karena sakit ginjal. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Jakarta (ANTARA News) - Gitaris Slank, Abdee Negara, menyebut sudah waktunya ekonomi kreatif Indonesia menjadi perhatian dan pembicaraan di level internasional.

"Sudah waktunya Indonesia memiliki acara (World Conference on Creative Economy) seperti ini, sudah waktunya Indonesia terutama ekonomi kreatifnya menjadi pembicaraan di level dunia," kata Abdee di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan, World Conference on Creative Economy atau WCCE penting diselenggarakan karena dunia mulai memasuki revolusi industri 4.0.

"Saat dunia memasuki industri 4.0 dimana otomatisasi, semua mesin-mesin dan sharing informasi menjadi otomatis. Menurut saya yang akan bertahan adalah industri kreatif," katanya dalam konferensi pers WCCE.

Abdee menambahkan, kreatifitas tidak bisa digantikan oleh mesin, sehingga harus mengoptimalkan sektor tersebut.

"Jika Indonesia ingin mengejar ketertinggalan untuk mencapai negara maju dalam bidang industri, maka industri kreatiflah satu-satunya industri yang bisa mengejar ketertinggalan tersebut," pungkasnya.

Mengusung tema utama "Inclusively Creative", WCCE merupakan konferensi ekonomi kreatif pertama di dunia yang diharapkan dapat membuka jejaring di antara seluruh pemangku kepentingan ekonomi kreatif global sekaligus menghasilkan berbagai masukan guna mendukung perkembangan ekonomi kreatif sebagai lokomotif perekonomian dunia.

Konferensi internasional ini akan dibuka Presiden Joko Widodo dan menghadirkan sejumlah narasumber Menteri Keuangan Sri Mulyani, Presiden China Film Corporation Le Kexi, CEO Tokopedia William Tanuwijaya.

WCCE akan berlangsung di Bali pada tangga 6-8 November 2018.              

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar