Kader PSI laporkan Fadli Zon ke Bareskrim

Kader PSI laporkan Fadli Zon ke Bareskrim

Arsip Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kiri) berjabat tangan dengan terdakwa kasus dugaan pelanggaran UU ITE Buni Yani (kanan) saat melakukan pertemuan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (2/11/2017). Pertemuan tersebut guna menyampaikan perkembangan kasus dan rencana mengundang Fadli Zon hadir dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Bandung pada 14 November mendatang. (ANTARA/Muhammad Adimaja)

Praktik elit politik yang dicontohkan Bung Fadli Zon menurut saya tidak sehat untuk iklim demokrasi di Indonesia. Bahwa praktik-praktik elit politik yang suka pecah belah, suka menciptakan permusuhan..."
Jakarta (ANTARA News) - Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Rian Ernest Tanudjaja melaporkan Wakil Ketua DPR Fadli Zon ke Bareskrim Polri terkait unggahan video di akun media sosial Twitter milik Fadli.

"Saya Ernest, kader dari PSI ingin melaporkan saudara Fadli Zon yang merupakan Wakil Ketua DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ke polisi," ujarnya di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa.

Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/B/1189/IX/2018/Bareskrim tertanggal 25 September 2018.

Dalam laporan tersebut, Rian menuduh Fadli telah melakukan tindak pidana konflik SARA, penyebaran berita bohong yang melanggar UU Nomor 1 Tahun 1946 Tentang KUHP, UU Nomor 11 Tahun 2003 yang diubah dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 28 Ayat (2), 14 Ayat (1) atau (2) dan Pasal 15 KUHP.

Unggahan Fadli yang dipermasalahkannya adalah sebuah video lagu anak-anak, "Potong Bebek Angsa" yang dipelesetkan.

Beberapa lirik yang dinyanyikan sembilan orang dewasa dengan menggunakan topeng pada video tersebut, menurut Ernest berpotensi menimbulkan keresahan dan menaikkan tensi politik, terlebih jelang Pemilu 2019.

"Praktik elit politik yang dicontohkan Bung Fadli Zon menurut saya tidak sehat untuk iklim demokrasi di Indonesia. Bahwa praktik-praktik elit politik yang suka pecah belah, suka menciptakan permusuhan ini hampir mirip dengan politik penjajah dulu," kata Ernest.

Pihaknya berharap dengan laporan polisi yang dibuatnya bisa memberi efek jera kepada Fadli.

"Kami ingin berikan efek jera dan memastikan praktik begini distop," pinta dia.

Ernest pun mengajak kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno agar beradu ide, gagasan, dan program selama masa kampanye tujuh bulan ke depan.

"Itu lebih sehat dan anak muda lebih senang," pesannya.

Fadli Zon, di akun Twitter-nya, pada 22 September 2018 mengunggah sebuah video dengan judul "Wah keren Goyang Bebek Angsa".

Di dalam video tersebut tampak enam orang perempuan berjilbab biru dan tiga orang laki-laki memakai kemeja biru dan celana hitam. Mereka semuanya menggunakan topeng.

Di dalam video itu, mereka menari diiringi lagu potong bebek angsa yang liriknya dipelesetkan. Adapun liriknya berbunyi:
Potong bebek angsa, masak di kuali. Gagal urus bangsa, maksa dua kali. Fitnah HTI, Fitnah FPI, ternyata merekalah yang PKI.
Potong bebek angsa, masak di kuali
Gagal urus bangsa maksa dua kali
Takut diganti, Prabowo-Sandi. Lalalalalalalalalala.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar