PMI kerahkan personel di Sulawesi tangani korban tsunami Palu

PMI kerahkan personel di Sulawesi tangani korban tsunami Palu

Prajurit TNI memasukkan logistik ke dalam C-130 Hercules TNI AU untuk tugas misi kemanusiaan gempa di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, di Base Ops Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (29/9/2018). Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, melepas 200 prajurit TNI, 35 personel Badan SAR Nasional, dan dua petugas Kominfo guna memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena bencana gempa dan tsunami. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Jakarta (ANTARA News) - Palang Merah Indonesia mengerahkan personel dari wilayah terdekat yakni yang berada di Sulawesi untuk membantu menangani korban tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.

Berdasarkan informasi dari PMI Pusat yang dikutip di Jakarta, Sabtu, PMI sejauh ini memprioritaskan personelnya dari Sulawesi Selatan, di antaranya Luwu Utara, Kota Palopo, Luwu Timur, Kota Makassar, dan dari Sulawesi Barat.

Total relawan PMI yang dikerahkan hingga saat ini sebanyak 32 relawan dengan spesialisasi evakuasi, logistik, pertolongan pertama, perawat, sanitasi air dan kesehatan, posko, dan dapur umum.

Sementara jumlah armada yang dikirimkan per hari ini pukul 11.45 WIB sebanyak lima ambulans, dua mobil operasional, satu kendaraan tangki air, satu unit mobil amphibi Haglun, beserta satu unit genset, tujuh unit alat komunikasi HT, dua set tandu, dan 1 unit tenda regu.

PMI juga telah mengirimkan logistik darurat berupa 200 selimut, 200 tikar, 500 jeriken, dan 200 sarung dari Gudang PMI di Makassar (Sulawesi Selatan) dan Banjarmasin (Kalimantan Selatan) serta dana tanggap darurat sebesar Rp100 juta.

Fokus PMI untuk saat ini sebagai respon awal ialah mengevakuasi korban dan memberikan pertolongan pertama pada masyarakat terdampak.

Dari laporan petugas PMI di lapangan, kebutuhan mendesak di lokasi bencana ialah makanan siap saji, air bersih, makanan bayi dan anak, tenda, terpal, selimut, tempat tidur lipat, obat-obatan, rumah sakit lapangan, tenaga medis, perbaikan listrik, dan perbaikan jalur komunikasi. 

Disebutkan juga markas PMI Sulawesi Tengah rubuh karena gempa Bumi, namun tim PMI masih beroperasi dengan membuka tenda di depan markas. 

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar