counter

Anak Rudy Wowor menyesal telat bawa sang ayah berobat

Anak Rudy Wowor menyesal telat bawa sang ayah berobat

Suasana duka di kediaman almarhum Rudy Wowor di Depok, Jumat (5/10). (ANTARA News/Anggarini Paramita)

Jakarta (ANTARA News) – Dunia hiburan kembali berduka dengan meninggalnya aktor senior Rudolf Canesius Soemolang Wowor atau akrab disapa Rudy Wowor di usia 76 tahun pada Jumat pagi ini. Putra bungsunya, Michael Wowor mengaku menyesal karena terlambat membawa sang ayah berobat sehingga aktor senior blasteran Manado-Belanda itu menghembuskan nafas terakhir.

“Baru dua tahun lalu, papa ketahuan terkena kanker prostat. Saya kira yang paling parah itu stadium 4. Ada lho istilah kanker melebihi stadium 4 namanya advan,” kata Michael kepada Antara saat ditemui di rumah duka, di Depok, Jumat. 

Michael menceritakan bahwa sang Ayah meninggal karena kanker prostat. Selain itu, ini juga pernah mengalami sederet masalah kesehatan lainnya. Setelah memeriksakan Ayahnya ke RS Kramat Jati, baru diketahui bahwa dalam vonis dalam tahap kritis. 
 

Batu Ginjal                                         

“Papa itu bermasalah dengan ginjalnya. Waktu itu dia minum obat palsu shinse. Akibatnya, kaki dan muka papa itu menjadi bengkak,” ujar

Putra dari istri ketiga Rudy Wowor ini juga menceritakan bahwa Ayahnya pernah melakukan operasi batu ginjal. 

“Papa pernah operasi batu ginjal sekitar tahun 2014. Batu ginjal seberat 3 kilogram berhasil diangkat,” kata Michael. 

Baca juga: Aktor Rudy Wowor tutup usia
 

Pemasangan Kateter Terlalu Lama 

Anak lelaki satu-satunya dikeluarga ini juga mengungkapkan bahwa Rudy menjalankan perawatan kesehatan di Penang, Malaysia. Saat itu dipasang kateter. “Dokter di RS Kramat Jati bilang, ‘sudah berapa lama?’. Paling lama pasang kateter itu dua minggu. Ini kok 6 bulan. Sebab, mulai ada infeksi pada saluran kencingnya,” ujar Michael mengulang perkataan dokter. 

Baca juga: Gen kanker prostat agresif ditemukan
 

Kanker Prostat

Michael mengakui bahwa kurang lebih setahun lalu, Ayahnya mulai tidak bisa berjalan. Sebab, pengobatan memang amat sangat terlambat. 

“Adanya obat hanya mengurangi rasa sakit. Tapi, Papa enggak kuat. Efeknya terlalu keras. Sempat berhenti minum obat, malah yang tadinya kempes jadi bengkak lagi,” pungkasnya. 

Aktor kelahiran 13 Desember 1941 rencananya akan dikebumikan pada esok hari, Sabtu (6/10) pada pukul 07.30 WIB di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur. 

 

Pewarta: Anggarini Paramita
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar