Houthi Yaman tangkap pengunjuk rasa di Sanaa

Houthi Yaman tangkap pengunjuk rasa di Sanaa

Pengunjuk rasa anti-Houthi membawa rekan pengunjuk rasa yang terkena dampak gas air mata saat bentrok dengan pasukan polisi pro-Houthi di Taiz, Yaman, Selasa (24/3). Pasukan yang bersekutu dengan milisi Houthi di Yaman menembak mati setidaknya empat pengunjuk rasa saat aksi protes menentang gerakan Muslim Syiah di Taiz, kata petugas medis. (REUTERS/Anees Mahyoub)

Aden (ANTARA News) - Kelompok Houthi Yaman menangkap sejumlah orang di Sanaa pada Sabtu, menyusul unjuk rasa atas kesulitan ekonomi.

Penduduk Sanaa mengatakan kepada Reuters bahwa puluhan orang ditangkap, termasuk 16 mahasiswa perempuan.

Mahasiswa itu dibebaskan pada penghujung hari sesudah menandatangani janji tidak ikut berunjuk rasa lagi, kata satu dari mereka, yang meminta tidak disebutkan namanya karena takut akan pembalasan.

Ia menyatakan wanita pendukung Houthi menyerang mereka dengan tongkat listrik dan tongkat, didukung orang bersenjata, demiekian Reuters melaporkan.

"Mereka memukuli saya hingga saya jatuh dan punggung saya disengat listrik ketika saya berdiri lagi. Saya tidak bisa bergerak ketika mereka membawa saya ke kantor polisi," katanya.

Baca juga: UAE: Koalisi Arab hampir usir gerilyawan Al-Houthi dari Hodeidah, Yaman

Houthi, yang terkait dengan Iran, mengambil alih Sanaa pada 2014, menggulingkan pemerintahan Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang diakui antarbangsa. Persekutuan tentara asing dukungan Amerika Serikat pimpinan Saudi ikut campur pada 2015 untuk memulihkannya.

"Petugas keamanan di ibukota itu menahan sejumlah tentara bayaran, yang ditugasi penyerbu untuk menanamkan desas-desus dan mengganggu ketenangan umum," kata kantor berita Saba, yang dikendalikan Houthi.

Kedua pihak dalam perang Yaman dituduh melakukan pelanggaran berat hak asasi manusia.

Kenaikan harga membuat beberapa bahan pokok di luar jangkauan banyak orang Yaman dan bank sentral berjuang membayar gaji pegawai negeri, yang banyak bergantung, sementara cadangan devisa berkurang.

Editor: Boyke Soekapdjo

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar