Jaksa Agung lantik tujuh kajati baru

Jaksa Agung lantik tujuh kajati baru

Jaksa Agung HM Prasetyo dan jajaran memberikan keterangan kepada wartawan usai pelantikan eselon II di Gedung Kejagung, Jakarta, Jumat (12/10/2018). (Dyah Dwi A)

Mutasi dan promosi adalah kebijakan rutin yang diselenggaran untuk meningkatkan intensitas capaian kinerja melalui penyegaran yang harus dilakukan."
Jakarta (ANTARA News) - Jaksa Agung HM Prasetyo melantik tujuh kepala kejaksaan tinggi (kajati) yang baru serta sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Korps Adhyaksa di Gedung Kejagung, Jakarta, Jumat.

"Mutasi dan promosi adalah kebijakan rutin yang diselenggaran untuk meningkatkan intensitas capaian kinerja melalui penyegaran yang harus dilakukan," kata Prasetyo di acara pelantikan itu.

Ketujuh kajati baru yang dilantik itu adalah Fachruddin (Kajati Sumatera Utara), Muhammad Rum (Kajati Sulawesi Tengah), Mudim Aristo (Kajati Sulawesi Tenggara), Happy Hadiastuty (Kajati Banten), Irdam (Kajati Aceh), Baginda Polin Lumban Gaol (Kajati Kalimantan Barat) dan Amandra Syah Arwan (Kajati Bengkulu).

Pejabat eselon II yang dilantik di antaranya Syafrudin (Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum), Bambang Sugeng Rukmono (Sekretaris Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara) serta Sampe Tuah (Direktur Tindak Pidana lainnya terhadap orang dan harta benda pada Jam Pidum).

Selanjutnya, Mukri (Kepala Pusat Penerangan Hukum pada Jam Intelijen), Didik Istiyanta (Kepala Biro Perlengkapan pada Jambin), Chaerul Amir (Direktur Ekonomi dan Keuangan padan Jam Intelijen), Amran (Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan pada Jam Bin) serta Sulijati (Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan pada Badan Diklat).

Prasetyo menginstruksikan pejabat baru dan lama segera melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh dan mencermati apa yang ada di daerahnya untuk memberikan harapan masyarakat.

Penempatan pejabat di jabatan dan tempat baru diharapkan akan meningkatkan kemampuan serta memperkaya wawasan dan pemahaman sehingga pejabat tersebut menjadi sosok berkemampuan utuh untuk memprediksi dan mengatasi persoalan dan kendala di wilayah tugasnya.

Baca juga: Jaksa Agung kunjungi Kejaksaan St Petersburg

Baca juga: Jaksa Agung dikritik karena lamban eksekusi mati bandar narkoba

Baca juga: Jaksa Agung: tak ada tempat aman bagi koruptor buron

Pewarta: Dyah Dwi Astuti
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar