Bank Dunia tawarkan hibah 5 juta dolar AS untuk rekonstruksi Sulteng

Bank Dunia tawarkan hibah 5 juta dolar AS untuk rekonstruksi Sulteng

CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva saat memberikan keterangan pers di Perumnas Boloroa di Palu, Jumat. (M Arief Iskandar)

Palu (ANTARA News) - CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva mengatakan pihaknya menawarkan hibah sebesar lima juta dolar untuk rekontruksi pasca-genoa dan tsunami di wilayah terdampak gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah.

"Kita sangat tersentuh apa yang telah menimpa, dan masyarakat Indonesia yang sangat kuat dan tabah, atas nama masyarakat internasional, saya mengatakan solidaritas anda sangat kuat sehingga kami sangat-sangat menghargai, menghargai pemerintah maupun masyarakat," kata Kristalina saat meninjau Perumnas Balaroa Palu, Jumat.

Kristina melakukan peninjauan bersama Wakil Presiden M Jusuf Kalla dan Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Antonio Guterres ke Balaroa untuk menyaksikan langsung dampak likuifikasi yang mangkibatkan wilayah tersebut seperti tertelan bumi, amblas ke dalam tanah.

Kristina mengatakan, berdasarkan penilaian Bank Dunia, kerusakan infrastruktur dan perumahan warga yang terjadi dalam tragedi tersebut mencapai 531 juta dolar AS. 

Dalam kesempatan tersebut kristina juga menyampaikan duka yang mendalam atas kejadian yang terjadi. "Namun kita tahu dari pengalaman, bahwa kenangan terbaik yang dapat dibangun dari korban bencana adalah membangun kembali dengan lebih baik," katanya.

Sementara itu dalam kesempatan tersebut, Kristalina juga turut meninjau Rumah Sakit Umum Anutapura yang bagian belakang gedungnya hancur dan mengakibatkan banyak korban. Masih tampak para pasien di tenda-tenda halaman depan rumah sakit tersebut.

Kristalina juga turut meninjau pengungsi yang berada di Lapangan Vatulemo, depan Kantor Walikota.

Baca juga: Badan Geologi akan petakan daerah rawan likuifaksi

Baca juga: Peneliti BMKG usulkan ibu kota Sulteng dipindah

Baca juga: Badan Geologi siapkan rekomendasi teknis rekonstruksi Palu

Pewarta: M Arief Iskandar
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar