Metropolitan

OK OCE dinilai masih belum maksimal

OK OCE dinilai masih belum maksimal

Warga berjalan keluar dari gerai OK OCE Mart di kawasan Cikajang, Jakarta, Selasa (15/5/2018). Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berencana merevitalisasi dengan merubah fungsi OK OCE Mart tersebut dari mini market menjadi gerai utama yang akan bekerja sama dengan PD Pasar Jaya, karena sepi pengunjung. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

per Januari sampai dengan awal Oktober 2018 barulah hanya mencapai 1.811 Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) ...
Jakarta (ANTARA News) - Bertepatan dengan satu tahun masa kerja Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Selasa ini, salah satu program unggulan dia, One Kecamatan One Center Enterpreneuship (OK OCE), dinilai masih belum maksimal dilaksanakan.

Penilaian tersebut disampaikan oleh Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta melalui ketuanya, Gembong Warsono, di Jakarta, Selasa, yang mengatakan dalam tahun pertamanya program tersebut jauh di bawah target.

Gembong menuturkan, pada awalnya program ini dijanjikan akan melahirkan 200 ribu pengusaha dalam lima tahun yang berarti akan ada sekitar 40 ribu pengusaha di DKI yang sudah dapat menjalankan usahanya setiap tahun.

"Harus diakui hal tersebut belum tercapai yang tercermin dalam data faktual yang menunjukkan bahwa per Januari sampai dengan awal Oktober 2018 barulah hanya mencapai 1.811 Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) milik pengusaha mikro dan kecil yang tergabung dalam gerakan OK OCE," kata Gembong.

Meski berdasarkan laman OK OCE, dari calon pengusaha baru yang sudah terdaftar sebanyak 55.061 orang dari seluruh Indonesia, Gembong melihat hal tersebut bukan sebagai kesuksesan karena banyaknya yang belum berjalan akibat terganjal persoalan IUMK.
 

"Mereka belum bisa menjalankan usahanya karena belum mendapatkan izin usaha. Tak ada izin, tak dapat menjalankan usahanya dan dengan data faktual yang ada tersebut, artinya dalam setahun kepemimpinan Gubernur Anies bersama wakilnya saat itu Sandiaga Uno, baru berhasil mencetak pengusaha baru sekitar 3,31 persen, terlampau jauh dari sasaran awal," ujar Gembong.

Selain itu, program OK OCE Gerai Tani juga dinilai jauh dari target, sebab, Pemprov telah menargetkan 20 gerai di enam wilayah DKI Jakarta.

Namun, hingga saat ini baru berdiri dua Gerai Tani, yakni di Ragunan Jakarta selatan yang diresmikan pada 20 Juli 2018 dan di Klender, Jakarta Timur yang diresmikan pada 7 Agustus 2018.

"Artinya sekali lagi, Gubernur Anies Baswedan bersama Wakil Gubernur Sandiaga Uno saat itu, belum mampu memenuhi janjinya untuk memberikan akses pangan dengan harga murah melalui pendirian 20 Gerai Tani OK OCE," papar Gembong.

Adapun janji terkait pendirian OK OCE Mart yang rencananya sebanyak 44 toko dibuka pada tahun pertama, hingga saat ini hanya ada tujuh lokasi yang diresmikan, yakni di Cikajang, Muara Angke, Kalibata, Jalan Benyamin Sueb, Rawamangun, Penjaringan dan Kembangan.

Pihak Pemrov DKI Jakarta sendiri, menyebut hingga satu tahun masa kepemimpinan Anies Baswedan di DKI Jakarta, telah banyak yang dilakukan olehnya.

Disebutkan oleh pihak Pemprov sedikitnya ada 31 hal yang telah dilakukan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

Baca juga: Anies Baswedan tidak mengapa anggaran OK OCE dicoret
Baca juga: Sandiaga: 100 mesin jahit hasil OK OCE diekspor

 

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar