NU: Hari Santri momentum kuatkan paham kebangsaan

NU: Hari Santri momentum kuatkan paham kebangsaan

Arsip Foto. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj. (ANTARA /Aprillio Akbar)

Tasikmalaya, Jawa Barat (ANTARA News) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Agil Siradj mengatakan peringatan Hari Santri Nasional merupakan momentum penguatan paham kebangsaan. 

"Bagian dari spirit nasionalisme. Hubbul wathan minal iman harus digalakkan," kata Kiai Said Agil dalam pidatonya di acara apel Hari Santri Nasional di Tasikmalaya, Senin. 

Said Aqil mengingatkan bahwa santri sejak dulu berperan dalam berbagai perjuangan bangsa. Dari masa merebut kemerdekaan, menghadapi pemberontakan DI/TII dan peristiwa 1965, tahun 1983-1984 ketika mempelopori penerimaan Pancasila sebagai asas tunggal hingga era Reformasi 1998, santri selalu terlibat dalam perjuangan.

Dia juga menyebut Rancangan Undang-Undang tentang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan yang sedang diproses di DPR sebagai bagian dari perjuangan untuk menjadikan Indonesia negara yang aman, makmur, berkepribadian, dan berakhlak.

"Kita harap RUU ini segera dijadikan undang-undang," kata Said.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menjadi inspektur upacara dalam Apel Hari Santri Nasional di Tasikmalaya, yang antara lain dihadiri oleh calon wakil presiden Ma'ruf Amin, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Ketua Umum PKB sekaligus Panglima Santri Muhaimin Iskandar, serta Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Marwoto. 
 

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Mengenang sejarah perjuangan santri pertahankan kemerdekaan

Komentar