Wall Street dibuka bervariasi, saham energi dan keuangan melemah

Wall Street dibuka bervariasi, saham energi dan keuangan melemah

Ilustrasi: Para pialang sedang memantau pergerakan saham di Bursa Saham New York, Amerika Serikat. (REUTERS/Brendan McDermid)

"Ini pekan laba besar"
New York (ANTARA News) - Saham-saham di Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), dengan indeks S&P 500 dan Dow jatuh karena saham sektor energi dan keuangan melemah, serta kehati-hatian meningkat menjelang sejumlah laporan laba perusahaan pekan ini.

Sementara itu, indeks Nasdaq meningkat. Kenaikan di sektor teknologi membatasi kerugian pada S&P 500 dan membantu mengangkat indeks Nasdaq. Indeks teknologi S&P yang terpukul berhasil naik 0,8 persen.

Indeks energi S&P 500 merosot 1,1 persen setelah Halliburton memperingatkan bahwa laba kuartal keempatnya akan meleset dari perkiraan di tengah pelemahan yang sedang berlangsung di pasar rekah hidrolik Amerika Utara.

Saham Halliburton jatuh 3,0 persen dan perusahaan penyedia jasa-jasa ladang minyak saingannya Schlumberger turun 2,9 persen.

"Ini pekan laba besar," kata Kepala Ahli Strategi Investasi di Inverness Counsel di New York Tim Ghriskey seperti dikutip Reuters .

"Itu menyebabkan beberapa keraguan bercampur takut bagi para investor. Kami telah melihat hasil yang pantas tetapi tidak secara universal, dan ada beberapa masalah negatif perusahaan-perusahaan telah dibicarakan."

Sementara laba perusahaan-perusahaan S&P 500 diperkirakan naik 21,9 persen pada kuartal ketiga, menurut data I/B/E/S dari Refinitiv, banyak investor yang sedang fokus pada prospek untuk pertumbuhan di masa depan karena kekhawatiran atas perang perdagangan, kenaikan biaya, dan faktor-faktor lain.

Saham Amazon.com dan Alphabet, keduanya melaporkan laba minggu ini, naik pada perdagangan Senin (22/10).

Indeks Dow berayun antara kenaikan dan kerugian lebih dari 100 poin di awal sesi, menyoroti volatilitas di pasar ekuitas AS saat mereka berjuang untuk pulih dari aksi penjualan baru-baru ini, ketika musim pelaporan laba meningkat.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 126,93 poin atau 0,5 persen menjadi berakhir di 25.317,41 poin.

Indeks S&P 500 kehilangan 11,9 poin atau 0,43 persen menjadi ditutup di 2.755,88 poin.

Sementara Indeks Komposit Nasdaq menambahkan 19,60 poin atau 0,26 persen menjadi berakhir di 7.468,63 poin.

S&P 500 tetap di bawah rata-rata pergerakan 200-hari, sebuah tingkat teknis penting.

Alan Lancz, presiden Alan B. Lancz & Associates Inc, sebuah perusahaan penasihat investasi di Toledo, Ohio, memprediksi pasar akan menjadi lebih volatil dan investor akan cenderung menjadi lebih berhati-hati dalam waktu dekat, setidaknya menjelang pemilihan umum paruh waktu pada 6 November AS.

"Orang-orang memandang negatif dan mengatakan bahwa itu adalah sebuah situasi di mana ada lebih banyak headwinds. Setidaknya sampai
tengah semester, itu akan sulit untuk membuat kemajuan signifikan pada aspek positif atau menguntungkan. Pergerakan akan menjadi lebih rendah," katanya.

Saham-saham keuangan  turun 2,1 persen dan menjadi hambatan terbesar pada S&P 500. Kurva imbal hasil obligasi pemerintah AS menurun ke angka terendah dalam lebih dari dua minggu.

Di awal sesi, lonjakan saham-saham China dan sentimen positif di seluruh Eropa tentang keputusan Moody`s untuk mempertahankan peringkat utang Italia pada prospek stabil membantu mendukung pasar-pasar saham Eropa.

Jumlah saham-saham yang menurun melebihi yang naik di NYSE dengan rasio 1,50 banding 1, dan dengan rasio 1,34 banding 1 di Nasdaq.

S&P 500 membukukan tempat tertinggi baru 52 minggu dan 50 terendah baru; Komposit Nasdaq mencatat 19 tertinggi baru dan 286 terendah baru.

Sekitar 6,9 miliar saham berpindah tangan di bursa AS. Bandingkan dengan rata-rata harian 7,8 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir, menurut data I/B/E/S dari Refinitiv.

Baca juga: IHSG menguat seiring respons positif investor

Baca juga: Wall street ditutup bervariasi dengan indeks komposit Nasdaq anjlok

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar