Rusia akan jadi tuan rumah pembicaraan pemerintah Afghanistan, Taliban

Rusia akan jadi tuan rumah pembicaraan pemerintah Afghanistan, Taliban

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Moskow (ANTARA News) - Rusia mengatakan pada Sabtu bahwa Presiden Afghanistan Ashraf Ghani sepakat mengutus sekelompok politisi utama ke pembicaraan perdamaian di Moskow dengan delegasi mewakili Taliban juga akan hadir.

Rusia pada Agustus mengusulkan penyelenggaraan pembicaraan perdamaian multilateral di Moskow dan mengundang 12 negara serta Taliban untuk menghadiri pertemuan puncak bulan berikutnya. Tetapi, pertemuan itu ditunda setelah Ghani menolak undangan tersebut dengan alasan bahwa pembicaraan dengan Taliban hendaknya dipimpin pemerintah Afghanistan.

Dalam pernyataan Sabtu, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan pembicaraan tersebut sekarang sudah terpastikan untuk diadakan pada 9 November, demikian Reuters melaporkan.

"Untuk pertama kali, delegasi dari kantor politik Taliban di Doha akan menghadiri pertemuan internasional tingkat tinggi," katanya.

Baca juga: Rusia siap pasok senjata buat Afghanistan

Baca juga: Tentara Soviet hilang pada 1980 ditemukan di Afghanistan


Kementerian itu mengundang beberapa negara lain untuk mengirim wakil-wakil mereka, termasuk India, Iran, Pakistan, China dan Amerika Serikat.

Dalam laporan Reuters sebelumnya Rusia diberitakan diam-diam mengundang sekelompok politisi kawakan Afghanistan untuk mengadakan pembicaraan dengan Taliban di Moskow, kata sumber, Jumat.

Langkah Rusia itu melewati pemerintahan Presiden Ghani dan membuat marah pejabat di Kabul, yang mengatakan hal itu dapat mengacaukan upaya perdamaian, yang didukung Amerika Serikat.

Undangan itu, yang diserahkan dua bulan lalu diplomat Rusia di Kabul, dipastikan kepada Reuters enam dari delapan pemimpin, termasuk mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai, atau pembantu mereka dan politisi terkemuka dengan hubungan kepada pemerintahan Afghanistan.

Kedutaan besar Rusia di Kabul menolak berkomentar.

Editor: Boyke Soekapdjo

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar