Penguatan rupiah tertahan sentimen Fed

Penguatan rupiah tertahan sentimen Fed

Uang dolar Amerika Serikat. (ANTARA /Hafidz Mubarak)

Menjelang pertemuan The Fed (Desember 2018), pergerakan rupiah berbalik turun
Jakarta (ANTARA News) - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi ini melemah sebesar 75 poin menjadi Rp14.555 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.480 per dolar AS.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Jumat mengatakan pergerakan rupiah cenderung mulai tertahan terhadap dolar AS menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Desember.

"Menjelang pertemuan The Fed, pergerakan rupiah berbalik turun," katanya.

Ia menambahkan peluang bagi the Fed untuk kenaikan suku bunga acuannya (Fed Fund Rate/FFR) secara berkala membuat pelaku pasar kembali beralih ke dolar AS.

"Pengetatan moneter di Amerika Serikat masih terus berlangsung hingga tahun mendatang," katanya.

Di sisi lain, lanjut dia, penguatan rupiah dalam beberapa hari terakhir ini juga turut dimanfaatkan oleh sebagian pelaku pasar untuk ambil untung.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan pergerakan dolar AS masuk dalam fase konsolidasi setelah hasil pemilu sela kongres Amerika Serikat yang sudah sesuai prediksi pasar. 
"Penguatan dolar AS mengindikasikan investor masih cukup berminat pada aset di Amerika Serikat," katanya.

Baca juga: Sudah di bawah Rp14.500, rupiah makin perkasa

 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar