Pertamina resmikan BBM satu harga di Pelalawan

Pertamina resmikan BBM satu harga di Pelalawan

Sejumlah mobil tangki mengisi Bahan Bakar Minyak di Terminal BBM Sorong, Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (23/10/2018). PT Pertamina (persero) - Marketing Operation Region (MOR) VIII hingga Oktober 2018 telah mengoperasikan tujuh titik BBM satu harga di wilayah Papua Barat yaitu di Distrik Moswaren, Distrik Inanwatan Kabupaten Sorong Selatan, Distrik Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak, Distrik Sausapor Kabupaten Tambrauw, Distrik Misool Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Bintuni dan Kabupaten Maybrat dengan rata-rata per bulannya mencapai 412 kiloliter untuk produk Premium, Pertalite, Solar dan Dexlite. ANTARA FOTO/Olha Mulalinda/aww/18 .

Kami berharap melalui program BBM 1 Harga, dapat membantu program Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di wilayah 3T
Jakarta,  (ANTARA News) - PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) melakukan peresmian program BBM 1 Harga di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. 

General Manager Pertamina MOR I, Agustinus Santanu Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Jumat mengungkapkan melalui program BBM satu Harga diharapkan dapat membantu masyarakat yang berada di lokasi 3T untuk menikmati bahan bakar dengan harga sama terjangkau. 

Sejak tahun 2017, total sudah 18 SPBU BBM 1 Harga yang berhasil dioperasikan sementara oleh Pertamina MOR I.

Wilayah Kabupaten Pelalawan mendapatkan suplai BBM dari Terminal BBM Sei Siak Pekanbaru yang memiliki jarak 4 jam waktu tempuh melalui jalur darat. 

Wilayah Kabupaten Pelalawan yang dikeilingi sungai dan perairan menyebabkan masyarakat kesulitan untuk mendapatkan BBM dengan harga yg sama dengan di Kota. Untuk itu, Pertamina MOR I segera melaksanakan realisasi program BBM satu Harga di Kabupaten Pelalawan sehingga masyarakat di wilayah tersebut dapat terpenuhi kebutuhannya akan bahan bakar yang terjangkau.

Sebelum adanya program BBM satu Harga diketahui harga di wilayah dalam kategori 3T tersebut mencapai Rp 15.000 hingga Rp 25.000. 

Kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dapat mengakselerasi pergerakan ekonomi setempat melalui akses mudah terhadap sumber energi.

“Kami berharap melalui program BBM 1 Harga, dapat membantu program Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya yang tinggal di wilayah 3T,” tuturnya.

 “Kami mohon dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan stakeholder terkait lainnya didaerah untuk kelancaran pelaksanaan program BBM Satu Harga sehingga keadilan energi dapat tercipta hingga ke pelosok negeri dengan lebih cepat, " katanya. 


Baca juga: Delapan titik BBM satu harga masih terkendala perizinan


 

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar