Menhub pimpin pemakaman Anthonius di TMP Makassar

Menhub pimpin pemakaman Anthonius di TMP Makassar

Arsip foto. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan mengabadikan nama Anthonius Gunawan Agung di sekolah penerbangan atas jasa dan dedikasinya dalam bertugas sehingga mengorbankan nyawanya saat gempa Palu (28/9). (ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu)

Makassar (ANTARA News) - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memimpin pemakaman petugas Air Traffic Controller (ATC) Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri Kota Palu, almarhum Anthonius Gunawan Agung di Taman Makam Pahlawan (TMP) Panaikang Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu.

Almarhum yang berusia 21 tahun merupakan pegawai Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia, yang gugur saat melaksanakan tugas memberikan izin terbang pesawat Batik Air disaat bersamaan gempa berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah pada 28 September 2018.

Anthonius juga telah diberikan penghargaan tertinggi yakni Adikarya Dirgantara Pralabda dari Menteri Perhubungan serta mendapatkan penghormatan dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, untuk dapat dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional melalui Surat Menteri Sekretaris Negara Nomor: B.882/M.Sesneg/Setmilpres/GT.00/10/2018.

Pemakaman almarhum di TMP merupakan usulan langsung dari Menteri Perhubungan karena dianggap berjasa besar dalam dunia penerbangan yang sebelumnya telah mendapatkan restu dari keluarga Agung, terutama kedua orang tuanya.

"Tepat satu hari setelah kita memperingati Hari Pahlawan, hari ini kita bersama-sama mengantarkan salah satu pahlawan penerbangan yang gugur saat mengabdikan diri dalam memastikan keselamatan penerbangan," papar Budi.

Menurut dia, kisah perjuangan Agung bukan hanya menginspirasi Nusantara, tapi dunia internasional ikut berbela sungkawa khususnya bersama keluarga almarhum yang ditinggalkan.

Menhub mengatakan bahwa kisah Agung harus menjadi pelecut bagi sektor penerbangan Nasional untuk terus berkembang dan menjadikan keselamatan sebagai pondasi utama.

Seluruh stakeholder penerbangan Nasional, kata dia, semestinya menjadikan kisah Agung sebagai sumber semangat baru dalam menjaga keselamatan penerbangan di ruang udara Indonesia.

"Untuk keluarga Almarhum Agung, sekali lagi kami sampaikan bela sungkawa yang begitu mendalam dan kami sadar penghargaan serta apresiasi dalam bentuk apapun tidak akan mampu menggantikan sosok almarhum di keluarga," papar Menhub di TMP Panaikang.

Sementara Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto, pada kesempatan itu mengapresiasi penghargaan yang diberikan oleh pemerintah kepada almarhum Anthonius Gunawan Agung.

"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden dan Bapak Menteri Perhubungan serta Bapak Menteri Sosial yang telah memberikan penghormatan kepada keluarga kami almarhum Agung," uiarnya.

Dalam enam tahun perjalanan AirNav Indonesia, lanjutnya, almarhum Anthonius Gunawan Agung adalah keluarga pertama AirNav yang diberikan penghargaan untuk dapat dimakamkan di Taman Makam Pahlawan bersama dengan para pahlawan negeri ini yang mendedikasikan hidupnya bagi bangsa dan negara," ujarnya.

Novie menambahkan pihaknya juga berterima kasih kepada semua pihak yang menyampaikan simpatinya atas kepergian pahlawan penerbangan almarhum Anthonius Gunawan Agung. Simpati, rasa bela sungkawa dan apresiasi mengalir deras dari seluruh mitra baik domestik maupun internasional.

"Seluruhnya kami sampaikan langsung kepada keluarga agar mereka yang ditinggalkan mengetahui bahwa almarhum telah menginspirasi negeri ini bahkan dunia. Teriring doa kami dari seluruh insan AirNav Indonesia agar keluarga almarhum diberikan ketabahan," tambah Novie.


Baca juga: Kisah 18 jam pemulihan sistem navigasi penerbangan pascagempa

Baca juga: Airnav akan bangun menara ATC antigempa

Baca juga: Menhub ingin Agung dimakamkan di Taman Makam Pahlawan


 

Pewarta:
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar