counter

Tim pemenangan Jokowi deklarasi Relawan Siger Bersatu

Tim pemenangan Jokowi deklarasi Relawan Siger Bersatu

Calon Presiden Joko Widodo dan Cawapres KH Ma'ruf Amin di Tugu Proklamasi, Jakarta, sebelum menghadiri pengambilan nomor urut di KPU, Jumat (21/9/2018). (ANTARA/Bayu Prasetyo)

Bandarlampung (ANTARA News) - Sebanyak 54 organisasi relawan dan tim pemenangan Jokowi-Maruf Amin melakukan deklarasi untuk kemenangan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 1 di Sekretariat Galang Kemajuan Jokowi (GK Jo) Lampung, di Bandarlampung, Selasa.

Selain melakukan deklarasi, 54 organisasi tersebut juga mengukuhkan pembentukan Sekretariat Bersama "Relawan Siger Ber1" yang bertujuan untuk menyamakan visi misi dan program kerja untuk kemenangan Jokowi satu periode lagi.

Andi Desfiandi, Ketua DPD Bravo-5 Lampung yang mewakili 54 tim pemenangan Jokowi-Ma`ruf Amin mengatakan, untuk Lampung ada banyak relawan untuk memenangkan?Jokowi selama ini hanya menjalankan programnya sendiri-sendiri.

Pihaknya berinisiatif dengan relawan lainnya untuk membuat wadah mensinergikan program-program Jokowi.

"Ini untuk memudahkan kita semua melakukan koordinasi untuk memenangkan Jokowi-Maruf Amin," ujarnya lagi.

Andi menambahkan, terbentuk wadah "Relawan Siger Ber1" tidak serta merta menghilangkan organ relawan Jokowi-Ma`ruf Amin yang lainnya.

"Ini bukan relawan baru, tapi hanya wadah atau sikap bersama saja untuk seluruh relawan Jokowi-Ma`ruf," kata dia.

Andi juga mengajak seluruh relawan baik independen maupun dari partai politik untuk bersama-sama memenangkan satu kali lagi Jokowi-Ma`ruf.

"Kami terbuka mengajak seluruh relawan independen dan partai politik pendukung Jokowi, untuk bersama berjuang memenangkan Jokowi bersama dalam wadah Relawan Siger Ber1," katanya pula.

Baca juga: Moeldoko: Relawan harus turut ciptakan suasana tenang
Baca juga: Ma'ruf Amin bahagia masyarakat terus deklarasikan dukungan
Baca juga: Relawan Blusukan Jokowi DIY komitmen kampanye sehat

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar