counter

Pakar sebut perkuat solidaritas ASEAN untuk "Pyongyang Declaration"

Pakar sebut perkuat solidaritas ASEAN untuk "Pyongyang Declaration"

Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom memberikan keterangan pers terkait pertemuan Intra-Korea antara Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Pyongyang beberapa hari lalu, Jakarta, Jumat (21/9). ((ANTARA/Yashinta Difa))

RI agar bersikap proaktif
Singapura (ANTARA News) - Pakar Hubungan Internasional Universitas Padjajaran (Unpad), Teuku Rezasyah, mengatakan Indonesia harus memperkuat solidaritas Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk mendukung deklarasi Pyongyang (Pyongyang Declaration).

"Sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB mulai Januari 2019, RI agar bersikap proaktif, sehingga krisis sekecil apa pun yang terjadi di Semenanjung Korea, mendapat perhatian PBB," ujar Teuku Rezasyah saat dihubungi dari Singapura, Rabu.

Deklarasi Pyongyang September mencakup sejumlah topik, termasuk peredaan ketegangan militer, pembangunan ekonomi, penyelesaian isu pemisahan keluarga, pertukaran budaya, dan denuklirisasi Semenajung Korea.

Kemudian, Indonesia meyakinkan semua pihak yang terlibat konflik Semenanjung Korea (Korsel, Korut, AS, China), bahwa RI siap mengadakan KTT Perdamaian Semenanjung Korea, demi terciptanya perdamaian yang menyeluruh dan berkelanjutan.

"Asean agar konsisten dengan prinsip-prinsip Zone of Peace Freedom and Neutrality (Zopfan) dan Southeast Asia Weapon Free Zone (Seawfz), sehingga menolak terlibat dalam konflik, serta menolak wilayah darat laut dan udara Asean dilewati mandala tempur pihak-pihak yang terlibat konflik di Semenanjung Korea," kata dia.

Baca juga: Indonesia dukung proses perdamaian denuklirisasi Semenanjung Korea

Sebelumnya, Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menandatangani deklarasi bersama (Deklarasi Pyongyang) dalam KTT Korea Utara-Korea Selatan di Pyongyang pada 18-20 September.

Deklarasi Pyongyang tersebut memuat sejumlah kesepakatan penghentian latihan militer yang ditujukan bagi satu sama lain di sepanjang Garis Demarkasi Militer, pengajuan tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2023 bersama, pembukaan jalur kereta api dan jalan, penormalan operasional Kompleks Industri Kaesong dan proyek pariwisata Kumgang.

Baca juga: Indonesia dukung stabilitas-perdamaian di Semenanjung Korea
Baca juga: Menhan AS: tidak ada rencana tangguhkan pelatihan di Semenanjung Korea

 

Pewarta: Azis Kurmala
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar