counter

Serangan buaya menewaskan seorang bocah di Riau

Serangan buaya menewaskan seorang bocah di Riau

Arsip Foto. Buaya Muara. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Pekanbaru (ANTARA News) - Buaya menyerang seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun sehingga terluka parah dan akhirnya meninggal dunia di Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Kamis.

Kepala Kepolisian Sektor Bonai Darussalam di Rokan Hulu, Iptu Riza Effyandi, menjelaskan peristiwa nahas tersebut terjadi siang tadi saat korban yang bernama Rahmad Andika Saputra bermain di genangan air di depan rumahnya.

"Korban mengalami luka cukup parah pada beberapa bagian tubuhnya akibat digigit buaya," katanya saat dihubungi dari Pekanbaru.

Ia menjelaskan peristiwa mencekam itu terjadi di Dusun I Harapan Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, yang pekan ini dilanda banjir akibat peningkatan intensitas hujan. 

Saat bermain air di depan rumahnya sekitar pukul 09.30 WIB, Rahmad tiba-tiba menghilang. Sang ibu, Ayu Lestari, melihat anaknya menghilang ke dalam air yang menggenangi bagian depan rumah, lalu berteriak meminta tolong ke suaminya, Darman Laia.

"Ibu korban melihat ada gelombang air cukup besar dan seketika korban hilang di dalam air," jelas Iptu Riza.

Menurut penuturan Riza, tanpa pikir panjang Darman langsung berupaya mencari dan menyelamatkan anak lelakinya, namun upayanya tidak membawa hasil, dia tidak tahu di mana anaknya berada.

Warga desa yang mendapat informasi mengenai kejadian itu kemudian datang membantu, melakukan pencarian hingga radius tiga kilometer dari tempat kejadian.

Setelah empat jam pencarian, korban akhirnya berhasil ditemukan. Namun bocah mungil itu sudah tak lagi bernyawa. Bagian perut, dada sebelah kanan dan punggungnya terluka. 

Dengan adanya insiden tersebut, polisi meminta kepada warga lebih waspada, tidak membiarkan anak bermain di air kala banjir melanda.

Baca juga:
Serangan buaya tewaskan seorang warga Meranti, Riau

 Pekanbaru perlu rambu peringatan bahaya buaya
 

Pewarta: Fazar Muhardi, Anggi Romadhoni
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar