counter

Liga 1

Simon McMenemy kecewa hasil seri lawan PSM

Simon McMenemy kecewa hasil seri lawan PSM

Pelatih tim Bhayangkara FC Simon McMenemy (kiri) bersama pemainnya Nurhidayat Haji Haris memberikan keterangan kepada media usai menghadapi PSM Makassar pada pekan ke-33 Liga 1 Indonesia di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Senin (3/12). Pertandingan ini berakhir dengan skor 0-0. (Michael Siahaan)

Jakarta (ANTARA News) - Pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemy mengaku kecewa dengan hasil seri 0-0 ketika melawan PSM Makassar pada laga pekan ke-33 Liga 1 Indonesia di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Senin.

Menurut Simon, rasa kecewanya itu bukan tentang penampilan skuatnya yang dianggapnya bagus, tetapi karena hasil imbang tersebut tak membawa hal positif bagi Bhayangkara maupun PSM.

"Hasil imbang ini lebih berarti untuk tim lain, padahal kedua kesebelasan yang berlaga hari ini bermain sangat baik," ujar Simon usai laga kontra PSM.

Pelatih asal Skotlandia itu memuji habis timnya yang menurut dia bermain apik meski ada perubahan-perubahan taktik.
 
Bhayangkara yang kehilangan bek tengah sekaligus kaptennya Indra Kahfi yang cedera di babak pertama, mampu menutupi lubang di pertahanan dengan masuknya Nurhidayat Haji Haris.

Selain itu, dalam laga tersebut, Bhayangkara bersama PSM berlaga dengan 10 pemain setelah pemain masing-masing tim yaitu Elio Martins dan Hasim Kipuw dikartu merah karena terlibat keributan di lapangan.

"Anak-anak mampu menjalankan taktik dengan baik. Kami bisa saja mencetak gol seandainya peluang di menit-menit terakhir saat empat pemain kami berhadapan dengan dua pemain lawan dapat dimaksimalkan," tutur Simon, menyinggung peluang di menit ke-92 yang gagal berujung poin karena bola sepakan keras Herman Dzumafo ditepis kiper PSM Hilman Syah.

Sementara bek Bhayangkara FC Nurhidayat Haji Haris bersyukur timnya meraih satu poin dari laga yang dianggapnya tidak biasa karena mempertemukan kedua kesebelasan yang mau menang demi mewujudkan keinginan masing-masing.

"Kami sudah berusaha maksimal," ujar Nurhidayat.

Bhayangkara gagal merebut peringkat ketiga klasemen sementara Liga 1 Indonesia setelah bermain imbang dengan skor 0-0 kontra PSM di laga pekan ke-33 Liga 1 Indonesia di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Senin. 

Satu poin membuat tim berjuluk The Guardian tersebut baru mengoleksi 50 poin di klasemen Liga 1, berselisih satu poin dengan Persib Bandung yang duduk di posisi ketiga dengan 51 poin.

Bhayangkara masih berpeluang merebut peringkat ketiga Liga 1 musim 2018, yang menjadi syarat minimal lolos kompetisi Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), jika mampu memenangi pertandingan terakhirnya di Liga 1 kontra Bali United yang berlangsung di Stadion PTIK, Jakarta, Minggu (9/12) dan di laga lain, Persib kalah atau bermain seri saat bertemu Barito Putera.

Bagi PSM, hasil imbang dari partai versus Bhayangkara membuat poin skuat "Juku Eja" di klasemen sementara Liga 1 menjadi 58, tak mampu melampaui Persija di puncak dengan 59 poin. 

PSM-Persija masih menyisakan satu laga terakhir di Liga 1 Indonesia pada Minggu (9/12) sebagai penentu siapa yang berhak menyandang gelar juara Liga 1 Indonesia musim 2018.

Baca juga: PSM masih optimistis raih juara Liga 1

 

Pewarta: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar