Kementan gerakkan sentra nanas di Kediri

Kementan gerakkan sentra nanas di Kediri

Pedagang memilah buah Nanas asal Palembang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Selasa (3/1). Kementerian Pertanian mencatat Indonesia sebagai negara pengekspor Nanas terbesar di dunia dengan nilai 139 juta Dollar Amerika Serikat per tahun dengan negara tujuan diantaranya Amerika Serikat, kawasan Eropa, Timur Tengah, Peru , Uruguay, Panama dan India. (FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf)

Lahan seluas 7.650 hektare ditanami nanas jenis Pasir Kelud (PK-1), PK Berduri, Madu, Queen, Smooth Qayenne. Nanas jenis PK-1 ini beratnya mencapai 2-3 kilogram per butir
Jakarta (ANTARA News) - Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian menggerakkan sentra nanas di Kediri, Jawa Timur, karena memiliki nilai ekonomi tinggi, baik untuk konsumsi maupun sebagai produk ekspor.

"Lahan seluas 7.650 hektare ditanami nanas jenis Pasir Kelud (PK-1), PK Berduri, Madu, Queen, Smooth Qayenne. Nanas jenis PK-1 ini beratnya mencapai 2-3 kilogram per butir," kata Dirjen Hortikultura, Suwandi saat mengunjungi lahan tanama nanas di Kediri, Sabtu.

Suwandi menjelaskan sentra nanas di Indonesia tersebar di berbagai daerah, yakni Kabupaten Subang, Pemalang, Prabumulih, Kediri, Blitar, Kubu Raya, Mempawah, Muaro Jambi, Kampar, Lampung Tengah dan Karimun.

Ia menyebutkan produksi nanas di tahun 2016 sebesar 1,39 juta ton, dan naik sekitar 22,3 persen pada tahun 2017 menjadi 1,79 juta ton.

Menurut data BPS, ekspor nanas segar 2017 tercatat sebesar 9.586 ton dan pada periode Januari-Oktober 2018 ekspor mencapai 11.247 ton. Negara tujuan ekspor antara lain ke Uni Emirat Arab, Jepang, Hongkong, Singapura, Saudi Arabia, Oman, Kanada, Kuwait dan Korea Selatan.

"Sebanyak 95 persen ekspor nanas dalam bentuk olahan dan sisanya dalam bentuk segar. Pangsa ekspor nanas ini 85 persen dari total ekspor buah," kata Suwandi.

Sementara itu, Pengelola Koperasi Langgeng Mulyo, Desa Ngancar, Kecamatan Ngancar, Kediri, Endro Pujiastoko mengatakan nanas varietas Madu Kelud dan PK-1 memiliki luas tanam 452 hektare dengan produksi 2 ton per hari. Sementara jenis queen simplex serta Queen Asam Gula seluas 7.200 ha dengan hasil 70 ton per hari.

Endor mengatakan hingga saat ini pasar nanas dunia dikuasai  Del Monte, Alamanda, Great Giant Pineapple,  yang hanya mampu memasok pasar dunia sekitar 55 persen dari kebutuhan. Oleh karenanya, agar petani nanas Kediri bisa menghasilkan nanas berkualitas ekspor, dia mengusulkan agar dibantu dengan alat kultur jaringan bibit.

"Perlu juga bantuan formula pupuk khusus nanas dalam bentuk cair pengganti Tetes dan pasca panen berupa cairan zat lilin buah untuk melapisi kulit buah nanas agar tahan lama," kata dia.

 Baca juga: Nanas segar Indonesia masuki pasar Italia
Baca juga: Indonesia sasar ekspor nanas-buah naga ke Tiongkok


 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Manisnya nanas madu Pemalang hingga ke luar negeri

Komentar