Puluhan warga Pulau Sebuku-Lampung Selatan kembali dievakuasi

Puluhan warga Pulau Sebuku-Lampung Selatan kembali dievakuasi

Petugas TNI AL menggendong warga korban tsunami yang berasal dari Pulau Sebesi dan Sebuku setibanya di dermaga C2 Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung, Lampung, Kamis (27/12/2018). Sebanyak 432 orang pengungsi korban tsunami dari Pulau Sebesi dan Sebuku Lampung Selatan dievakuasi menggunakan Kapal KRI Teluk Cirebon 543 menuju Kalianda karena warga masih trauma pascatsunami. ANTARA FOTO/Ardiansyah/ama.

Sebanyak 62 warga Pulau Sebuku itu kembali dievakuasi menggunakan KRI Torani milik TNI AL untuk diangkut menuju Dermaga 7 Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan
Lampung Selatan, (ANTARA News) - Sedikitnya 62 orang warga Pulau Sebuku di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, yang dekat kawasan Gunung Anak Krakatau, dan masih bertahan di pulau tersebut, Jumat (28/12) malam  kembali diungsikan ke lokasi sementara di sekitar SDN-1 Way Urang, Kalianda.

Pelaksana Tugas Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto sempat meninjau kesiapan lokasi yang akan dijadikan pos pengungsian bagi warga Pulau Sebuku yaitu di SDN 1 Way Urang, Kalianda.

Sebelumnya, upaya evakuasi terus dilakukan terhadap warga di pulau-pulau berpenghuni di Selat Sunda yang dekat dengan Gunung Anak Krakatau, menyusul kenaikan status aktivitas gunung itu dari tingkat waspada (Level II) ke Siaga (Level III) sejak beberapa hari terakhir.

Ia menjelaskan sebanyak 62 warga Pulau Sebuku itu kembali dievakuasi menggunakan KRI Torani milik TNI AL untuk diangkut menuju Dermaga 7 Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

Beberapa tahap sebelumnya, evakuasi ribuan warga pulau-pulau itu, terutama Pulau Sebesi dan Sebuku telah dilakukan, dan sebagian besar diungsikan ke Lapangan Tenis Indoor Kalianda.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat Laksamana Muda (Purn) Willem Rampangilei memastikan stok bahan makanan untuk pengungsi korban tsunami di Lampung Selatan  masih aman.

"Kami sudah mengecek semua di lapangan, untuk kebutuhan dasar sampai dua minggu ke depan stoknya masih aman, bahkan sangat berlimpah," ujar Willem, usai menyerahkan bantuan di rumah dinas bupati Lampung Selatan, Jumat (28/12).

Meskipun persediaan bantuan dari makanan dan obat-obatan sudah berlimpah, kata dia, akan tetapi untuk hal-hal yang urgen masih kekurangan, seperti selimut dan matras.

"Saat ini kita usahakan tambah terus, jadi kita selalu memantau apa saja yang dibutuhkan di lapangan, jika ada kekurangan akan segera kita penuhi," katanya.

Ia juga sempat berdiskusi bersama Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher Parasong dan Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto terkait percepatan penanganan bencana tsunami.

Selain itu, Willem juga mengapresiasi pemerintah setempat dalam upaya evakuasi dan penanganan pengungsi. Dia menyebut, saat ini jumlah pengungsi tercatat sebanyak 7.617 jiwa yang tersebar di 14 titik.

"Saat ini, yang sedang kita tangani adalah evakuasi saudara-saudara kita yang tinggal di Pulau Sebesi dan Sebuku. Saya lihat ini ditempatkan di tempat yang sangat layak di Lapangan Tenis Indoor Kalianda," katanya.

Saat ini pemerintah daerah setempat tengah melakukan pendataan dan verifikasi terhadap bangunan yang rusak. Dia yakin upaya pemulihan bisa cepat dilakukan.

Baca juga: 1500 warga Pulau Sebesi dan Sebuku dievakuasi

Baca juga: Sebagian warga Pulau Sebesi menolak dievakuasi

Pewarta: Budisantoso Budiman
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Lumba-lumba kembali dievakuasi ke Taman Nasional Bali Barat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar