Festival Ma Apam diadakan untuk lestarikan makanan tradisional

Festival Ma Apam diadakan untuk lestarikan makanan tradisional

Ilustrasi - Apem Kinca khas Kampung Tugu (ANTARA News/Natisha)

Simpang Empat, Sumbar, (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) lestarikan budaya makanan tradisional dengan mengadakan Festival Ma Apam untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Pasaman Barat ke-15.

Festival Ma Apam itu diikuti seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, nagari atau desa dan organisasi lainnya yang ada di daerah itu.

Bupati Pasaman Barat, Syahiran di Simpang Empat, Jumat, mengatakan makanan Apam merupakan makanan yang terbuat dari tepung, santan, garam dan gula merah. Semunya mengandung bahan alami yang tidak berbahaya dan tidak mengandung pengawet.

Ia mengucapkan terima kasih yang mendalam terhadap antusiaisme seluruh peserta dan masyarakat.

Festival ini digagas dan diadakan dengan tujuan agar masyarakat lebih mengenal dan melestarikan ciri khas makanan tradisional Apam.

"Kegiatan ini melibatkan persatuan sesama OPD dengan masyarakat sekitar dan otomatis akan meningkatkan tali silahturrahmi dan juga mempererat kesatuan dan kesatuan antara sesama," ujarnya.

Menurutnya dengan adanya festival Ma Apam maka tidak melupakan ciri khas makanan tradisional.

"Banyak makanan ciri khas dahulu kala yang terkadang sering terlupakan karena sudah banyak masuk makanan-makanan yang siap saji dan modern yang ada di pasarkan sekarang," katanya.

Ia mengatakan makanan Apam ini adalah salah satu makanan yang tidak pakai bahan pengawet dan zat kimia.

Sehingga aman untuk dikonsumsi buat siapa saja karena bahan apam adalah bahan-bahan alami yang tidak berbahaya.

"Mulai sekarang mari kita sama-sama mengenal makanan ciri khas daerah kita agar dipelajari kembali dan diturunkan ke pada anak-anak. Sebab mengonsumsi makanan tanpa bahan pengawet dan zat-zat berbahaya, salah satunya memperpanjang usia dan menjaga  pola hidup sehat," katanya.*


Baca juga: Penjualan pempek palembang meningkat dratis karena Asian Games

Baca juga: Tradisi Malamang bentuk kekompakan warga Dayak Deah


 

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bali Interfood 2019 majukan pariwisata dengan kreasi kuliner tradisional

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar